Berita

bambang sadono

Politik

Badan Pengkajian MPR: Polemik Calon Tunggal Muncul karena Demokrasi Impor

JUMAT, 07 AGUSTUS 2015 | 16:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Munculnya fenomena calon tunggal dalam proses menuju Pilkada serentak membuat kegamangan di pihak penyelenggara, pemerintah, juga legislatif.

Hal itu ditanggapi kritis oleh Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono. Menurut dia, calon tunggal memunculkan polemik dan perdebatan yang panjang karena para petinggi negara pada umumnya terlalu mengagung-agungkan demokrasi impor.

Anggota DPD RI ini mengatakan itu saat menjadi pembahas dalam acara bedah buku Revolusi Pancasila karya cendekiawan, DR. Yudi Latif, di ruang Perpustakaan MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (7/8).


"Calon tunggal ini membuat kebingungan karena kita terlalu tergila-gila pada demokrasi impor, demokrasi di Amerika Serikat, di Barat sana," tudingnya.

Padahal, lanjut Bambang, Indonesia mempunyai demokrasi dengan dasar Pancasila dan UUD 1945. Sayangnya, dalam era reformasi terjadi berulang kali amandemen UUD 1945 yang mengadopsi demokrasi asing. Seharusnya, bangsa Indonesia kembali kepada Pancasila dan UUD 1945 yang asli agar tidak terjadi kebingungan-kebingungan yang diakibatkan demokrasi impor.

"Padahal di sini ada alternatif, yaitu Pancasila sendiri, seperti yang ditulis dalam buku Yudi Latif, Revolusi Pancasila ini," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya