Berita

ilustrasi/net

PKS: Peran Muhammadiyah Ringankan Beban Negara

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 10:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai ormas tertua, Muhammadiyah tentu saja telah memiliki banyak kontribusi terhadap bangsa dan negara. Banyak amal usaha Muhammadiyah yang telah dirasakan oleh masyarakat, seperti layanan kesehatan dan juga lembaga pendidikan.

"Rumah sakit dan pusat kesehatan Muhammadiyah yang tersebar diberbagai daerah telah menjadi salah satu pilar layanan kesehatan untuk masyarakat. Demikian pula lembaga pendidikan Muhammadiyah telah menjadi salah satu penopang pembangunan sumberdaya manusia di Indonesia," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al Habsy, terkait dengan Muktamar Muhammadiha ke-47, beberapa saat lalu (Senin, 3/8).

Persyarikatan Muhammadiyah juga, lanjut Habib, telah banyak melahirkan anak bangsa yang menjadi tokoh nasional, mereka banyak menjalankan tugas negara dalam berbagai bentuk jabatan. Tak hanya itu, persyarikatan juga selalu menjadi partner yang baik buat pemerintah, memberikan kontribusi, kritik dan saran atas kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah dalam berbagai rezimnya.


Hal ini, jelasnya, terlihat dari langkah Muhammadiyah yang selalu fokus pada kepentingan publik dan menjadi penyeimbang atas kebijakan negara. Misalkan saja, ketika Muhammadiyah mengajukan gugatan UU 7/2004 tentang Sumberdaya Air ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan kemudian memenangkannya. Kemudian dilanjutkan dengan uji materi atas 3 UU, yaitu UU No 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Nilai Tukar, UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal dan UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan. Langkah-langkah tersebut merupakan bukti keberpihakan Muhammadiyah kepada masyarakat dan negara.

"Kita berharap Muhammadiyah akan terus meningkatkan amal usahanya dan mengembangkan kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Berkembangnya amal usaha Muhammadiyah dalam sektor pendidikan akan berdampak positif pada penyelenggaraan pendidikan nasional. Demikian pula berkembangnya amal usaha Muhammaidyah pada sektor kesehatan akan dapat membantu pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat," ungkap Aboebakar.

Apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah, lanjut Aboebakar, secara tidak langsung telah meringankan beban negara dan meng-cover wilayah yang belum dapat dijangkau oleh negara.

"Semoga, melalui Muktamar Muhammadiydah akan dapat dirumuskan kebijakan-kebijakan strategis dalam rangka membangung bangsa dan negara, selamat bermuktamar," demikian Aboebakar. [ysa]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya