Berita

ilustrasi/net

MUKTAMAR NU KE-33

Buku Ensiklopedi Nahdlatul Ulama Kembali Diluncurkan di Muktamar ke-33

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 06:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Buku Ensiklopedi Nahdlatul Ulama: Sejarah, Tokoh, dan Khazanah Pesantren diluncurkan kembali di arena Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur

"Kami menghimpun dan menuliskan kembali semua bahan rujukan dan informasi mengenai NU, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Hairus Salim HS, salah satu anggota tim penulis ensiklopedi itu, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 3/8).

Ia menjelaskan bahwa ensiklopedi itu memuat berbagai sejarah dan informasi terkait ke-NU-an, baik dari sisi sejarah, tokoh dan pesantren di Indonesia, sejak sebelum Indonesia merdeka. Ensiklopedi yang dalam penulisannya dipimpin Ketua PBNU H Imam Aziz itu, menurut dia, membutuhkan waktu hingga dua tahun (2012-2014) sampai kemudian bisa diwujudkan dan diluncurkan pada 2015.


Peluncuran kembali di arena Muktamar Ke-33, katanya, adalah semacam mengingatkan kembali kepada publik luas, terutama warga nahdliyin bahwa saat ini untuk mengetahui hal-ikhwal tentang NU yang cukup lengkap bisa dirujuk melalui ensiklopedia dimaksud.

Ia juga menjelaskan bahwa keterkaitan mengenai kebangsaan dalam sejarah NU, disebutkannya cukup banyak. Di antaranya, adalah tokoh-tokoh NU yang bahkan mampu menjadi pemimpin nasional Indonesia, yakni seorang presiden, dua orang wakil presiden, serta wakil perdana menteri (Waperdam).

Mereka adalah KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid sebagai Presiden, Hamzah Haz dan Jusuf Kalla sebagai Wapres, serta KH Dr Idham Chalid yang pernan menjadi Waperdam.

"Ini menunjukkan konteks politik kebangsaan yang ada di NU," tuturnya. [ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya