Berita

presiden joko widodo/net

Ini Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid Dua

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 16:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mengiringi wacana reshuffle, komposisi yang disebut ideal untuk Kabinet Kerja jilid dua sedang menjadi salah satu topik yang dibicarakan kalangan politisi dan pemerhati politik tanah air.

Setidaknya ada empat tokoh yang dinilai berpeluang menduduki posisi-posisi kunci di tubuh Kabinet Kerja 2.0. Kehadiran dan penempatan mereka pada posisi yang pas itu dinilai bisa memperbaiki kinerja dan citra pemerintahan Jokowi; membuat Nawacita tidak lagi mengawang-awang.

Sementara tanpa tokoh-tokoh ini, reshuffle bisa membuat Kabinet Kerja malah bergerak semakin jauh ke belakang.


Keempat tokoh itu dinilai pantas menduduki posisi Menteri Koordinator.

Pertama adalah Luhut B. Panjaitan yang dinilai cocok menduduki kursi Menko Polhukam. Pengalamannya dan hubungan dekatnya dengan Presiden Jokowi adalah faktor utama untuk menjaga stabilitas politik dan kepastian hukum di dalam negeri.

Kedua adalah DR. Rizal Ramli yang belakangan ini kerap disebut sebagai kandidat kuat Menko Perekonomian. Pengalaman dan kemampuannya mengambil langkah-langkah terobosan plus jaringan internasional juga hubungan baiknya dengan Presiden Jokowi dan elit politik di Indonesia merupakan modal penting dalam menghadapi pelambatan ekonomi global belakangan ini.

Tokoh ketiga adalah Moeldoko yang baru saja pensiun dari jabatan Panglima TNI. Moeldoko disebut-sebut sebagai salah seorang kandidat kuat untuk posisi Menko Maritim menggantikan Indroyono Soesilo. Dia memiliki pemahaman yang komprehensif akan kompleksitas isu kemaritiman.

Terakhir adalah Puan Maharani yang dinilai layak untuk tetap dipertahankan pada posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Walau masih terbilang berusia muda, dan baru pada masa Jokowi ini duduk di dalam pemerintahan, tetapi Puan Maharani adalah individu yang cepat belajar dan menyusaikan diri.

Hal-hal kepemerintahan tentu bukan sesuatu yang asing bagi putri Megawati Soekarnoputri ini.

Di sisi lain, penempatan Puan Maharani pada posisi Menko adalah bagian dari kaderisasi dan regenerasi yang perlu dilakukan oleh PDI Perjuangan.

Apakah komposisi yang dinilai ideal ini yang akan terjadi saat kocok ulang nanti? Kita sama-sama tunggu. [dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya