Berita

presiden joko widodo/net

Kok Ada Tentara yang Berani Copot Spanduk Bergambar Jokowi

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 14:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sikap Danrem 052 Wijayakrama Mohamad Zamroni  yang mencopot spanduk  bertuliskan Selamat Datang Presiden Jokowi” dan bergambarkan Presiden Joko Widodo di acara Harganas, Tangerang Selatan, kemarin (Sabtu, 1/8) disesalkan DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten.

Pencopotan spanduk bergambar Presiden Jokowi itu dinilai sama dengan merendahkan kewibawaan Panglima Tertinggi TNI itu. Apalagi setelah dicopot spanduk bergambar Presiden Jokowi itu dilemparkan ke jalan seperti sampah.

Ketua Dewan Pembina  DPD Pospera Banten, Mohamad Sofyan menyatakan, pemasangan spanduk Pospera adalah hal yang wajar. Karena di lokasi juga terpasang spanduk selamat datang dari berbagai perusahaan BUMN.


"Pospera satu-satunya ormas yang memasang spanduk tersebut. Jadi sepertinya ada kecurigaan bahwa Pospera ingin macam-macam. Padahal  Pospera sebagai ormas relawan Jokowi  tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh," kata Sofyan dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurut Sofyan, seandainya aparat keamanan yang dikomandoi  Zamroni mengumpulkan data intelejen yang benar. Kesalahan seperti itu bisa dihindari.

"Saya yakin ini kesalahpahaman, Bapak Zamroni  mungkin bekerja di bawah tekanan jadi melakukan blunder dengan menurunkan spanduk Pospera yang jelas-jelas pendukung Jokowi," ujarnya lagi.

Masih kata Sofyan, pihaknya memiliki bukti peristiwa pencopotan dan penurunan spanduk tersebut. Pospera berharap Zamroni bisa memberikan klarifikasi kenapa spanduk bergambarkan Jokowi itu diturunkan.

"Klarifikasi itu sebaiknya diberikan ke Istana, kita sudah memaafkan lah.  Pospera juga sudah melaporkan hal ini ke Istana. Meski kader-kader Pospera Tangsel kecewa atas aksi tersebut," tandasnya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya