Berita

Maruarar sirait/net

BRI Buka Cabang di Singapura, Maruarar Sirait Puji OJK dan Langkah Strategis Jokowi

JUMAT, 31 JULI 2015 | 13:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎. Selama ini, perbankan asing diberi kelonggaran perijinan untuk membuka cabangnya di Indonesia. Akibatnya, banyak bank asing bisa membuka cabang, bukan hanya di kota, bahkan sampai kecamatan di Indonesia, dan bahkan lagi diberi perijinan hingga masuk ke sektor mikro.

‎Di saat yang sama, perbankan Indonesia selalu dibuat kesulitan untuk bisa memasuki pasar luar negeri. Prinsip kemudahan yang sama seperti diberlakukan di Indonesia sama sekali bukan hal mudah untuk perbankan Indonesia yang hendak bereskpansi.

‎Karena itu, kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, Indonesia berjuang agar asas resiprokal atau asas kesetaraan di bidang perbankan benar-benar terwujud. Dan hasil ini, akhirnya BRI bisa membuka cabang di Singapura. 

‎"Ini sejarah baru yang dibuat OJK. Saya juga dengar akan dibuka juga cabang bank BUMN di Malaysia dan Korea. Bagi saya ini hal positif dilakukan OJK sebagai regulator perbankan di Indonesia," kata Maruarar Sirait beberapa saat lalu (Jumat, 31/7). 

‎Dengan dibukanya bank Indonesia di negara luar, tegas Maruarar, ini membuktikan bahwa Indonesia sudah berdaulat di luar negeri. Ini juga menunjukkan bahwa bank punya Indonesia punya daya saing di luar negeri. 

‎Selain mengapresiasi kinerja OJK, Maruarar juga mengacungkan jempol kepada pemerintah yang berhasil menunjukkan kinerja baik dan melancarkan pelaksanaan asas resiprokal di sektor perbankan itu. Artinya diplomasi Pemerintah Indonesia mendorong berdirinya perwakilan BRI di Singapura dihargai dengan baik.

‎Kata Ara, begitu biasa Maruarar disapa, semua tahu bahwa pembukaan cabang Bank BRI bersamaan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke Singapura. Dan kunjungan itu langsung diikuti juga dengan aksi korporasi Bank BRI itu.‎

‎"Indonesia incorporation itu suatu langkah Presiden Jokowi datang ke Singapura, bukan hanya meneken MoU dengan Singapura, tapi ada suatu aksi korporasi nyata yang sudah puluhan tahun tak terjadi. Sudah lama kita tak mempunyai cabang bank baru, apalagi di Singapura yang bank asing sulit dapat ijin," jelas Ara. 

‎"Ini bukti diplomasi kita makin baik, dan Pemerintah serta otoritas perbankan di Singapura juga semakin menghargai dan menunjukkan goodwill pada Indonesia," sambungnya.  

‎Ara menekankan, momentum itu harus menjadi awal bagi kunjungan Presiden ke negara lainnya dengan membawa aksi korporasi sejenis. Dengan demikian, ujungnya perbankan nasional tetap bisa melayani warga Indonesia yang berada di luar negeri. 

‎"Sama seperti Bank BRI di Singapura, mereka hadir demi bisa melayani warga negara Indonesia yang jumlahnya puluhan ribu di Singapura, baik pengusaha, pelajar, maupun pekerja," kata Ara.‎

‎Ke depan, Ara berharap perbankan nasional, khususnya yang berstatus BUMN, punya daya saing tinggi dengan bank asing di tempat mereka beroperasi. Inilah momentum menunjukkan nasionalisme yang disertai dengan daya saing sehingga perbankan nasional bisa eksis dalam jangka panjang. 

‎"Ini adalah prestasi konkret dan terukur dari Pemerintah, OJK, maupun BRI sendiri. Saya harap ini bisa diikuti bank BUMN lain seperti BNI dan Bank Mandiri," demikian Ara. ‎[ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya