Berita

ilustrasi/net

Anggaran 3.000 Bus BRT untuk 33 Provinsi Berasal dari Pengalihan Subsidi BBM

KAMIS, 30 JULI 2015 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memesan 1.000 unit Bus Rapid Transit (BRT) yang akan dibagikan untuk 33 provinsi di luar DKI Jakarta. Peresmian perakitan produksi 1.000 unit BRT, telah dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mewakili Presiden Joko Widodo, di Pabrik Karoseri Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7).

Dalam sambutannya, Menhub Ignasiun Jonan mengatakan, pemesanan 1.000 unit BRT yang dirakit oleh karoseri Laksana itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan transportasi berbasis jalan raya.

"Tahun ini dipesan 1000 bus dan akan dibagi ke 33 provinsi diluar DKI dan akan dioperasikan trayeknya sesuai keputusan Gubernur masing-masing, sedangkan operator dari Perum DAMRI," ujar Jonan.


Proses pengadaan 1000 Unit BRT itu, lanjut Menhub, menggunakan e-Katalog sesuai dengan arahan Presiden. Ia menyebutkan, nilai pagu pengadaan ke-1.000 unit BRT itu adalah Rp 1,4 triliyun, namun nilai transaksinya sekitar Rp 1,17 triliyun.

"Jadi, ini bisa hemat Rp 220 miliar tanpa tender," ungkapnya seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Menurut Menhub, pengembangan dan pengoperasian BRT merupakan implementasi dari visi dan misi pemerintah Republik Indonesia melalui konsep Trisakti dan perwujudan Cita ke-6 dari Nawacita, yaitu meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2015-2019 akan dipesan 3.000 unit BRT dengan dana anggaran berasal dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Untuk pengadaan tahun 2015, kata Menhub, sebanyak 1.000 unit BRT, dan pada tahun 2016 sampai dengan 2019 sebanyak 2.000 bus.

Sedangkan proses produksi dilaksanakan oleh 7 perusahaan karoseri yaitu Karoseri Laksana 350 bus, Karoseri Rahayu Sentosa 200 bus, Karoseri Tentrem 150 bus, Karoseri New Armada 100 bus, Karoseri Trisakti 100 bus, Karoseri Restu Ibu Pusaka 50 bus dan Karoseri Piala Mas 50 Bus.

"Pengerjaan direncanakan selesai pada Desember 2015," tukas Menhub. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya