Berita

Politik

Singapura Menghina, Harus Minta Maaf

RABU, 29 JULI 2015 | 15:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Singapore Selasa (28/7) kemarin menuai kontroversi. Dalam pertemuan resmi kedua negara itu, tampak Presiden Jokowi sapaan akrab Joko Widodo tak disambut Bendera Merah Putih.

Ketua Umum Partai Priboemi, H. Muhardi, menilai perlakuan Singapura itu merupakan bentuk penghinaan terhadap Bangsa Indonesia.

"Apapun alasannya, pemerintah Singapura harus meminta maaf kepada Indonesia," kata Muhardi melalui Jurubicara Partai Priboemi, Heni Juniarti, dalam keterangan resminya Rabu (29/7).


Permintaan maaf, sebut Heni, penting dilakukan Singapura demi menjaga iklim yang sehat dalam berbagai sektor antar kedua Negara.

Dalam bidang investasi, sebut dia, Indonesia banyak menguntungkan Singapura dengan total investasi 2014 mencapai 5,8 miliar dolar AS.

"Jangan sampai, insiden ini merusak hubungan baik diplomasi antara Indonesia dan Singapura," ucapnya.

Lebih jauh ia menyebut perlakuan Singapura tersebut sebagai bentuk kecolongan protokoler kepresidenan.

"Partai Priboemi mengingatkan agar Protokoler Kepresidenan agar lebih jeli menjaga kewibawaan Presiden yang merupakan simbol Negara," tukasnya.[dem] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya