Berita

Jaga Khittah, Pengurus NU Tolak Calon Pesanan Parpol

RABU, 29 JULI 2015 | 12:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Najahan Musyafak menyatakan bahwa peserta muktamar wajib menjaga Khittah NU 1926 dengan cara menghindari intervensi partai politik tertentu dalam pemilihan kepengurusan NU.

Najahan menyampaikan jelang muktamar ke 33 saat ini terasa sekali ada campur tangan partai politik PKB yang ingin mengegolkan pasangan tertentu untuk menjadi Rois Am dan Ketua Umum Tanfidziyyah PBNU.

"Tujuannya agar partai ingin mengendalikan dan menguasai NU untuk kepentingan politik praktisnya. Ini kan jelas menyalahi khittah NU yang  mengamanat NU tidak terlibat politik praktis," katanya kepada wartawan, Rabu (29/7).


Najahan menyatakan bahwa ia bersama pengurus NU di daerah lain sudah berkomunikasi dan berkoordinasi, hasilnya menolak intervensi partai ini dan tidak mau didekte untuk memilih pasangan calon yang dititipkan.

"Hubungan NU dan PKB itu kan antara yang melahirkan dengan yang dilahirkan. Bagaimaan mungkin PKB mau mengatur-atur dan mengendalikan NU? Ini kan salah kaprah dan tidak etis," ungkapnya.

Menurutnya, para pengurus NU tersinggung dengan langkah jajaran PKB mulai dari pusat sampai daerah yang serempak melakukan langkah-langkah untuk mempengaruhi pengurus NU dengan segala cara dan tawaran iming-iming tertentu.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Dan kami jelas tidak bisa menerima. Masak kita disuruh memilih calon Rois Am dan Ketua Umum yang tujuannya tidak untuk berhidmat untuk umat, tetapi untuk partai," pungkasnya.

Santer beredar kabar bahwa pasangan yang didukung PKB adalah Gus Mus untuk Rois Am dan KH. Said Aqil Siroj untuk Ketua Umum.

Upaya partai untuk mendukung calon tertentu itu juga dilakukan dengan modus penerapan mekanisme ahlul halli wal aqdi (Ahwa) dengan cara paksa dan tidak prosedural. Mekanisme ahwa endiri belum bisa diberlakukan karena menyalahi AD/ART NU dan mengurangi hak PWNU serta PCNU. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya