Berita

Kaum Muda Harus Dilindungi Dari Propaganda Radikalisme

MINGGU, 26 JULI 2015 | 15:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Generasi muda sebagai pemegang masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus dilindungi dari paham radikalisme yang akan memunculkan terorisme. Harus diupayakan juga upaya pencegahannya agar tidak setengah-setengah.

"Kita semua tahu, generasi muda ini paling rentan untuk terkena 'racun' ini," ujar Anggota Komisi X DPR RI Moreno Soeprapto.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, Indonesia sangat rentan dengan radikalisme karena jaringan radikalisme dan terorisme masih ada meski sebagian besar kini para pelakunya sudah di dalam penjara.  
Apalagi, kata mantan jawara balap Indonesia ini, saat ini kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sangat gencar melancarkan propaganda di seluruh penjuru bumi, terutama melalui media sosial dan dunia maya.

Apalagi, kata mantan jawara balap Indonesia ini, saat ini kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sangat gencar melancarkan propaganda di seluruh penjuru bumi, terutama melalui media sosial dan dunia maya.

"Kuncinya adalah pendidikan, baik pendidikan formal maupun agama sejak dari rumah sampai sekolah. Kalau generasi muda kita mendapat pendidikan umum dan agama yang baik, pasti otomatis paham radikalisme itu akan terbendung dengan sendirinya. Bahkan tidak hanya radikalisme dan terorisme, ancaman-ancaman paham negatif lainnya seperti narkoba bakal mentah dengan sendirinya," imbuh pria kelahiran 4 November 1982 ini.

Moreno sepakat dengan upaya dan tindakan yang telah dilakukan pemerintah melalui berbagai lembaga seperti kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah dan
menanggulangi menyebarnya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia. Selain itu, ia juga mengajak berbagai lembaga kepemudaan untuk aktif dalam pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme
tersebut.

"Kita sudah punya Pancasila sebagai senjata untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme. Pancasila terbukti sudah menjadi alat pemersatu bangsa. Dengan semangat Pancasila marilah kita rapatkan barisan untuk membendung paham radikalisme dan terorisme demi keutuhan NKRI dan kedamaian di muka bumi ini," tukas kekasih mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata ini.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya