Guru dan sekolah memiÂliki peran dalam menumbuhkan nasionalisme dan sikap cinta Tanah Air di kalangan siswa. Mempraktikkan nilai-nilai keÂbangsaan di sekolah dinilai langÂkah efektif untuk menumbuhkan nasionalisme pada generasi muda.
Anggota Dewan Pertimbangan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Doni Koesoema menÂgatakan, menumbuhkan rasa nasionalisme pada siswa terganÂtung bagaimana para guru menÂgajarkan nasionalisme secara berkualitas.
Menurutnya, banyak atau sedikitnya jam belajar untuk mata pelajaran sejarah tidak secara langsung mempengaruhi semangat dan rasa nasionalisme anak, karena belajar sejarah hanya salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat naÂsionalisme.
"Nasionalisme akan tumbuh pada anak, tergantung bagaimaÂna guru mengajarkan nasionalisme secara berkualitas dalam kehidupan sehari-hari," katanya di Jakarta, kemarin.
Doni berpendapat, guru harus mampu memberikan contoh serta mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dengan meÂnanamkan sikap nasionalisme dengan menghargai kebhinÂnekaan. "Serta bangga sebagai bangsa Indonesia, dengan meÂnyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Bendera, dan beberapa lagu nasionalisme dan patriotisme lainnya," ujarnya.
Sekjen Gerakan Indonesia Pintar (GIP), Alpha Amirrachman, menyebutkan sampai saat ini potret buruk kondisi anak Indonesia secara nyata masih menjadi ancaman bagi tumÂbuh kembang generasi penerus bangsa.
"Mulai dari liberasi ekonomi, yang telah melahirkan gaya hidup hedonis dan menghilanÂgnya batas-batas budaya karena pengaruh global,sehinggaa munÂculnya perilaku individualitas sebagai generasi instan yang ditunjukan pelajar sehari-hari," katanya.
Dia menuturkan, banyak masalah mulai terjadi karena kebijakan ekonomi yangtimÂpang akibat pemaparan budaya global tidak diimbangi dengan ketahanan dari pribadi dan kelÂompok sosial. "Pada akhirnya, sering ditemukan fenomena negatif di kalangan pelajar, sepÂerti perkelahian, bullying, dan penyalahgunaan narkoba, dan fundamenatalisme agama," ungkapnya.
Alpha mengusulkan, ke deÂpan perlu ditanamkan budi pekerti sejak usia dini, dengan diajarkan secara terusa menerus. "Sehingga nilai tersebut dapat menjadi pilihan utama anak atas didukung dari semua aktor penÂdidikan," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Budaya, Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikbud), Anies Baswedan, berencana kemÂbali merutinkan pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Dia menargetkan rencananya itu bisa terealisasi pada tahun ajaran 2015-2016.
"Mulai tahun ajaran besok setiap Senin ada upacara bendera di sekolah," katanya di kantor Kemdikbud, Jumat (10/7). Anies menjelaskan, pengintensifan upacara bendara setiap pekan bertujuan untuk memupuk rasa cinta Indonesia sejak dini.
Selain upacara, Mendikbud juga akan menginstruksikan setiap hari di sekolah menyanyiÂkan Indonesia Raya dan memÂbaca doa. Kedua kegiatan itudilakukan sebelum pelajaran dimulai. "Jadi mereka punya kebiasaan lagi menyanyikan Indonesia Raya setiap hari di semua sekolah, lalu di akhirditutup dengan menyanyikan lagu daerah atau wajib atau bernuansapatriotik lalu diakhiri doa," katanya.
Anies menekankan, sudah sepatutnya kegiatan-kegiatan itu dilakukan di sekolah. Sebab, hal tersebut merupakan buÂdaya nasionalisme Indonesia. "Ini bagian penting dari pembiÂasaan fasenya begini diajarkan, dibiasakan, didisiplinkan, sehÂingga bisa menjadi kebiasaan lalumenjadi kebudayaan itu urutanÂnya," pungkasnya. ***