Berita

foto:IKAPPI

IKAPPI Mohan Maaf Hanya Bisa Angkut 480 Pedagang Mudik Gratis

SENIN, 13 JULI 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) bekerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengadakan program 'Mudik 2015 Bersama Pedagang dan PT Semen Indonesia' yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2015. Pada program ini, IKAPPI memberangkatkan 480 pemudik baik dari unsur pedagang pasar tradisional maupun PKL di wilayah Jabodetabek dengan daerah tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ketua Bidang DPP IKAPPI Faiz Rozi menerangkan, program ini bentuk kepedulian IKAPPI atas situasi ekonomi yang kian membuat para pedagang pasar terjepit. Menurunnya, daya beli masyarakat dan omzet pedagang pada ramadhan kali ini mendorong mereka untuk menginisiasi program mudik bersama.

"Kami berharap dengan terselenggaranya program ini, mampu mengurangi beban para pedagang pasar tradisional dan PKL yang ingin mengunjungi sanak keluarganya di kampung halaman. Program ini disambut baik oleh para pedagang pasar tradisional dan PKL di Jabodetabek. Namun karena keterbatasan quota peserta, kami tidak mampu memberangkatkan seluruh pedagang yang ada," ujar Faiz dalam keterangan tertulusnya, Senin (13/7).


Mudik bersama tahun ini, IKAPPI memberangkatkan 10 unit bus dengan total penumpang 480 orang dengan tujuan berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami bersyukur program ini bisa terlaksana dengab baik walau tentu masih memiliki berbagai kekurangan. Namun kami ingin program ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun ini. Sehingga akan lebih banyak lagi pedagang pasar tradisional dan PKL yang menerima manfaat," demikian Faiz. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya