Berita

ilustrasi/net

Ini Dasar Pengukuhan Prabukusomo sebagai Sultan HB XI

SENIN, 13 JULI 2015 | 07:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X mengeluarkan Sabda Raja pada 30 April 2015 yang diantaranya mengubah nama gelar, maka sebagian pihak menilai tahta Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat mengalami kekosongan.

Atas kekosongan ini, belasan orang yang berasal dari Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan mengukuhkan Gusti Bandoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI. Prabukusumo merupakan adik Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Menurut Ketua Paguyuban Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan, Satria Djojonegoro,  perjanjian Giyanti 13 Februari 1755, piagam Kedudukan Presiden tanggal 19 Agustus 1945, Laku amanat Sultan IX tanggal 5 September 1945 dan UU 13/2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu dasar pengukuhan yang dilakukan di petilasan Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, tersebut.


"Pengukuhan ini sudah sesuai dengan angger-angger, budaya, paugeran dan adat istiadat di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat," kata Satria.

Satria menjelaskan, petilasan itu merupakan pesanggrahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sementara Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan merupakan kakek moyang pendiri kerajaan Mataram.

"Pengukuhan kami lakukan di bekas Pesanggarahan Ambarketawang untuk mengingatkan perjuangan Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I sebagai pendiri Kasultanan Ngayogyakarta," kata Satrio Djojonegoro (Minggu, 12/7).

Dalam acara upacara pengukuhan tersebut, GBPH Prabukusumo sendiri tidak hadir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya