Berita

Olahraga

Wasit Piala Kemerdekaan: Saya Tidak Takut Ancaman PSSI

JUMAT, 10 JULI 2015 | 10:16 WIB | LAPORAN:

Para wasit nasional yang akan memimpin pertandingan Turnamen Piala Kemerdekaan tak takut ancaman PSSI. Bahkan, mereka menyebut PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti sudah tak bisa beraktivitas setelah dibekukan Menpora Imam Nahrawi per 17 April 2015.

"Saya tak takut ancaman-ancaman dari PSSI. PSSI kan sudah dibekukan, jadi produknya tak akan diakui," ujar Dipo Budiono, salah satu wasit asal Jawa Barat di sela mengikuti acara Penyegaran Perangkat Pertandingan Turnamen Piala Kemerdekaan di Jakarta.

Pada acara tersebut, wasit yang dikumpulkan Tim Transisi sebanyak 153 orang. Itu belum termasuk 45 pengawas pertandingan. Mereka adalah anggota Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi). Beberapa di antaranya berkualifikasi FIFA dan sisanya lulus sertifikasi C1.


Dipo menjelaskan, tenaganya sudah tak dipakai lagi sejak 2013 atau setelah dualisme PSSI berakhir. Meski tak dipakai, dia memastikan statusnya masih sebagai anggota wasit PSSI yang sah. Dia juga menyebut semua wasit yang hadir di acara tersebut memiliki itikad baik untuk memajukan sepak bola Tanah Air.

"Saya menilai turnamen Piala Kemerdekaan merupakan kegiatan yang positif. Jadi apa salah kalau saya ikut jadi perangkat. Apalagi, kehadiran saya di sini atas perintah Asprov Jabar. Jadi saya merasa santai saja dan tak perlu khawatir dengan ancaman PSSI," jelasnya.

Selama program penyegaran tersebut, para wasit dari berbagai provinsi di Indonesia itu juga menjalani tes fisik. Mereka disuruh lari bersambung keliling lapangan sepanjang 150 meter dengan kecepatan maksimal 30 detik. Kemudian 50 meter jalan kaki dengan ketentuan waktu yang terukur.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya