Berita

foto:rmol

SEA GAMES 2015

Menpora: Jangan Lihat Nominalnya, Perjuangan Kalian Kibarkan Merah-Putih Jauh Lebih Besar

JUMAT, 10 JULI 2015 | 02:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Para atlet Indonesia yang berprestasi di ajang SEA Games Singapura 2015 akhirnya bisa tersenyum. Pasalnya, Kemenpora merealisasikan janjinya untuk segera mencairkan bonus sebelum Hari Raya Lebaran. Adapun total bonus yang disalurkan adalah kepada olahragawan berprestasi di SEA Games 2015 itu, termasuk biaya pajak yang dibayarkan pemerintah, mencapai sekitar Rp 34 miliar.

Sebanyak 371 orang pelaku olahraga atlet dan pelatih semuanya sudah menerima penghargaan bonus tersebut. Pemberian bonus secara simbolis diserahkan Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Alfitra Salamm, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto, Ketua Umum KOI Rita Subowo, Ketua Satlak PRIMA Suwarno, kepada atlet Jet Ski Febriyanto yang meraih bonus tertinggi senilai Rp 450 juta, Lindswell Kwok (wushu) Rp 400 juta dan atlet lari Truayningsih Rp 400 juta.

"Alhamdulilah seminggu sebelum lebaran, saya Menpora mewakili pemerintah memenuhi janjinya untuk memberikan bonus penghargaan kepada para atlet berprestasi SEA Games yang sudah menyumbangkan medali untuk Indonesia. Semoga bonus tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh para atlet pada lebaran nanti," kata Menpora saat seremoni penyerahan bonus di halaman Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis (9/7).


Cak Imam, sapaan akrab Menpora, menegaskan bahwa pajak yang biasanya dibebankan ke atlet, tahun ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. "Sekali lagi, bonus ini adalah pemicu awal bagi atlet kita untuk meraih prestasi lebih tinggi di ajang inetrnasional lainnya. Jangan pernah melihat nominal bonus ini, apa yang kalian capai adalah sejarah besar yang anda berikan kepada bangsa ini. Bonus ini adalah bagian kecil dari perhatian pemerintah, jauh lebih besar dari perjuangan kalian semua mengibarkan bendera merah putih di ajang internasional," tambah mantan Sekjen PKB ini.

Bentuk pemberian penghargaan kepada mereka yang berprestasi adalah berupa bonus berbentuk uang, yang akan diterimakan atau ditransfer melalui rekening-masing masing penerima penghargaan. Nilai penghargaan setelah dipotong pajak, yang diberikan oleh pemerintah kepada olahragawan, pelatih dan asisten pelatih berprestasi dihitung berdasarkan jenis medali yang diperoleh.

Olahragawan peraih medali SEA Games Tahun 2015 di Singapura memperoleh bonus:  untuk medali emas (perorangan) sebesar Rp 200 juta, medali emas (beregu/team atau 3 orang atau lebih) sebesar Rp 100 juta; medali perak (perorangan) Rp. 50 juta, medali perak beregu/team atau 3 orang atau lebih) sebesar  Rp 25 juta. Adapun medali perunggu (perorangan) sebesar Rp 30 juta dan medali perunggu (beregu/team atau 3 orang atau lebih) sebesar Rp 15 juta. Untuk bonus medali yang diperoleh olahragawan beregu/team atau 3 orang lebih diberikan kepada seluruh olahragawan termasuk cadangannya.

Pelatih peraih medali emas SEA Games  2015 memperoleh bonus untuk medali emas sebesar Rp 60juta, perak sebesar Rp. 40 juta dan perunggu sebesar Rp. 25 juta. Sedangkan bonus untuk asisten pelatih setengahnya dari pelatih. Selain kepada olahragawan, Kemenpora juga memberikan bonus bagi organisasi cabor yang memenuhi dan melampaui target emas yakni berupa vocher Rp 200 juta yang bisa digunakan untuk mengikuti ajang internasional.

Bonus penghargaan yang telah terproses dan siap disalurkan pada minggu ini adalah terdiri dari olahragawan sebanyak: 371 orang, yang terdiri dari 31 cabang olahraga dengan nilai penghargaan sebesar Rp 28.260.681.081,- dan ditambah pajak jumlahnya menjadi sebesar Rp 25,585 miliiar, kemudian pelatih sebanyak 47 orang, dengan nilai penghargaan  termasuk pajak sebesar Rp.6,0845 miliar. Sehingga total penghargaan yang akan disalurkan adalah kepada olahraga sebesar Rp. 31,3 miliar atau Rp 34 milyar jika termasuk biaya pajak.

Pelatih dan asisten pelatih yang masih dalam proses, dikarenakan kelengkapan administrasi yang baru diusulkan oleh Satlak Prima adalah: pelatih sebanyak 52 orang dan asisten pelatih sebanyak: 5 orang, dengan nila total penghargaan sebesar Rp. 2,975 miliar.

"Seluruh bonus penghargaan tersebut langsung dikirimkan ke rekening masing-masing olahragawan, pelatih dan asisten pelatih yang berhak. Kemenpora menjamin sepenuhnya bahwa seluruh proses pencairan anggaran dan pengiriman bonus berlangsung secara transparan dan dapat dipertanggung-jawabkan serta tidak dikenakan biaya apapun. Pemberian bonus ini adalah paling cepat dibandingkan periode terdahulu," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya