Berita

Soerya-Ansar/net

Nusantara

PILGUB KEPRI 2015

PDIP Gandeng Politisi Golkar Jadi Cawagub

KAMIS, 09 JULI 2015 | 01:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Soerya Respationo dan Ansar Ahmad akhirnya resmi mengantongi restu dari PDIP usai keluarnya surat keputusan (SK) dan surat rekomendasi dari DPP PDIP tertanggal 30 Juni 2015.

"Iya, surat dari DPP sudah sampai ke saya," ujar Soerya seperti dikabarkan JPNN, Rabu (8/7).

Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu menyetujui pasangan Soerya dan Ansar maju di Pilgub Kepri dengan dukungan resmi Partai Banteng Moncong Putih.


Sedangkan dalam surat rekomendasi, tercantum instruksi dari pusat agar agar seluruh kader, aktivis, dan anggota PDIP di Kepri untuk mengamankan, menjalankan dan memperjuangkan terpilihnya pasangan Soerya-Ansar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2015-2020 mendatang.

"Akan kita tindaklanjuti dengan semacam Rakerda (Rapat Kerja Daerah), kita kumpulkan DPC dari seluruh kota/kabupaten di Kepri," terang pria yang masih menjabat Wakil Gubernur Kepri itu.

Ia mengatakan upaya mengumpulkan kader juga merupakan langkah sosialisasi atas keluarnya SK dan rekomendasi tersebut. Sesuai amanat Ketua Umum, kata Soerya, pihaknya ingin memastikan langkah yang akan diambil juga tepat dan dapat memenangkan langkahnya melaju jadi Gubernur Kepri.

Disinggung rencana untuk deklarasi resmi Soerya-Ansar usai keluarnya SK dan rekomendasi DPP PDIP, Soerya memprediksi baru akan menggelar kegiatan itu usai Lebaran mendatang.

"Perkiraannya setelah Lebaran dan sebelum masa pendaftaran ke KPU, sekalian halal bihalal," terang Ketua DPD PDIP Kepri itu.

Kalau Soerya Respationo adalah wakil gubernur Kepri dan ketua DPD PDIP Kepri, maka Ansar Ahmad adalah ketua DPD Golkar Kepri kubu Aburizal Bakrie yang saat ini menjabat Bupati Bintan Provinsi Kepri. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya