Berita

foto:TTRM/RMOL

Aneh! Di Gunung Padang Ada Batu yang Dapat Membungkus Dirinya Sendiri

KAMIS, 09 JULI 2015 | 00:50 WIB | LAPORAN:

Punden berundak situs megalitikum Gunung Padang yang berusia belasan ribu tahun sebelum Masehi dan terletak di desa Karyamukti, Campaka, Cianjur, Jawa Barat menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap hingga kini.

Salah satu yang menghebohkan tahun lalu, adalah penemuan batu bulat berwarna hitam yang diduga buatan tangan manusia. Tim peneliti menyebutnya sebagai Rolling Stones karena bisa berputar ke berbagai arah dengan dikelilingi batu berbentuk cincin (batu di dalam batu).

Menurut salah satu peneliti Tim Riset Mandiri Gunung Padang, Wisnu Ariastika, keberadaan batu hitam sangat aneh, karena ketika pertama kali ditemukan di kedalaman 9 meter batu hitam itu dalam kondisi terbuka sebagian sehingga batu bulat di dalamnya dapat diputar seperti mouse komputer.


"Namun ketika batu itu diangkat ke permukaan dan diletakan di teras lima, batu yang semula terbuka itu menutup kembali sehingga batu bulat di dalamnya tidak terlihat lagi," jelas Wisnu di hadapan Pembina TTRM Laksamana TNI Ade Supandi dalam acara buka puasa bersama, di rumah dinas Kasal, di Jalan Diponegoro 38 Jakarta Pusat, Rabu, (8/7).

Diungkapkannya pula, batu hitam itu bukan membesar, tapi kulit batu menutup menyeluruh, sehingga membuat prajurit TNI dan anggota TTRM terkesima karena melihat fenomena yang sangat aneh itu.

"Ketika batu hitam tersebut dicoba digergaji, tiba-tiba salah satu juru pelihara Gunung Padang, Nanang berteriak kesakitan dan berkata bila batu itu terus digergaji maka kepala Nanang serasa akan pecah. Dan akhirnya batu hitam pun tidak jadi digergaji," ujar Wisnu.

Batu hitam aneh tersebut sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Di tempat batu hitam ditemukan terdapat pula beberapa batu hitam sejenis lainnya dengan ukuran sekitar 70 cm dan 80 cm, namun tidak dibawa ke atas oleh para peneliti dan TNI yang membantu penggalian.

Sementara itu inisiator TTRM Andi arief mengatakan bahwa semua material hasil penggalian telah dikembalikan ke tempat semula. Hingga kini fenomena batu hitam itu masih tetap menjadi misteri. Dan Andi Arief berharap agar semua pihak bisa menerima apa yang telah dilakukan TTRM.

"Mbahnya arkeolog Asia beberapa waktu yang lalu sudah menyatakan bahwa ada sesuatu di Gunung Padang. Dan TTRM mendapat apresiasi dari masyarakat arkeolog dunia dalam hal metode penelitian," jelas Andi Arief.

Semua temuan, tegas Andi Arief, telah dibawa ke laboratorium. Minimal ada enam artefak yang telah dibawa ke laboratorium di Batan dan Miami yang mana semua itu adalah buatan manusia, seperti semen purba, Kujang, Carbon Dating dan Coin.

"Banyak pihak dari luar negeri yang menawarkan kerjasama penelitian dan juga publikasi," ujar Andi Arief. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya