Berita

ee mangindaan/net

EE Mangindaan: Ada Tiga Ancaman Kebhinnekaan Indonesia

RABU, 08 JULI 2015 | 04:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tantangan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah kebhinnekaan Indonesia saat ini adalah masuknya pengaruh globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi dalam aspek kehidupan masyarakat secara sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

"Bila tidak ada filter dalam memahami globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi dari luar maka kebhinnekaan Indonesia bisa terganggu," kata Wakil Ketua MPR RI EE Mangindaan dalam dialog Empat Pilar MPR bertema 'Memaknai Kebhinnekaan Indonesia' yang disiarkan RRI secara langsung dari Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Selasa petang (7/7).

Tantangan terhadap Bhinneka Tunggal Ika pada masa lalu, kata Mangindaan, berbeda dengan saat ini. Pada masa kemerdekaan, rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, adat, agama, bisa bersatu.


"Karena memiliki tujuan yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia dan melepaskan diri dari penjajahan," katanya.

Sedangkan tantangan terhadap kebhinnekaan saat ini, kata Mangindaan, adalah karena globaisasi yang melahirkan kebebasan-kebebasan seperti demokratisasi dan liberasasi sehingga terjadi individualisme.

"Globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi masuk dalam pola pikir rakyat," katanya seperti dalam rilis Humas MPR.

Menurut Mangindaan, kebinnekaan Indonesia rawan dengan ancaman globalisasi, demokratisasi, dan liberalisasi.

"Ditambah persoalan ketidakadilan hukum, kesenjangan ekonomi dan kemiskinan serta pengangguran, bisa merapuhkan persatuan. Ini tantangan yang harus kita atasi bersama," tandas politisi senior Partai Demokrat itu. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya