Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR: Tak Masalah Lebaran Berbeda, Asal Saling Menghargai

RABU, 08 JULI 2015 | 01:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menanggapi secara dingin kabar yang mengatakan kemungkinan adanya dua hari raya Idul fitri pada Lebaran 2015.

Menurut Zulkifli, ibadah dasarnya adalah keyakinan. Karena itu kemungkinan terjadinya perbedaan hari raya tidak perlu diributkan selama masing-masing pihak yakin dengan keputusannya dan tidak ada pemaksaan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PAN itu kepada wartawan usai membuka acara Training of Trainers  Perbankan Syariah yang diselenggarakan oleh Mandala Institut dan PP Persis, di Aula Qornul Manajil PP Persatuan Islam (Persis) jalan Ciganitri Bojong Soang Bandung, Selasa (7/7). Pelatihan perbankkan syariah, itu mengambil tema 'Perbankan Syariah Bagi Para Mubaligh Yang Berdaya Saing Dalam Jihad Ekonomi Modern'.


Menurut Zulkifli kemungkinan adanya beda lebaran tak perlu dibesarkan. Karena itu merupakan hal yang lumrah. Yang penting perayaaan lebaran dilakukan secara baik, tidak saling mengganggu dan menghormati satu dengan yang lain.

"Tidak apa-apa lebarannya berbeda, yang penting saling menghargai, dan dilakukan secara aman", kata Zulkifli lagi.

Lebaran Idul Fitri tahun 2015 ini berpotensi berbeda. Sejumlah Ormas Islam, seperti Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1436 H jatuh pada 17 Juli, sementara pemerintah dan NU masih menunggu sidang itsbat yang akan digelar Kementerian Agama pada 16 Juli mendatang.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap sidang itsbat itu akan menghasilkan keputusan yang sama sebagaimana telah diputuskan oleh sejumlah Ormas Islam. Namun, kalau pada akhirnya terjadi perbedaan, Menag meminta masyarakat menyikapinya dengan arif dan bijaksana. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya