Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

Di Kemensos Tidak Ada Dana UMKM Yang Ada Bansos

RABU, 08 JULI 2015 | 00:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di Kementerian Sosial (Kemensos) dipastikan tidak ada dana untuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), melainkan ada dana bantuan sosial (bansos) baik bersifat charity maupun produktiviti.

"Dipastikan di Kemensos tidak ada dana untuk UMKM, tapi yang ada dana bansos baik bersifat charity maupun produktiviti," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat acara santuan bagi 1000 UMKM di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Selasa (7/7).

Bansos bersifat charity ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehabilitasi Sosial (Rehsos). Sedangkan, untuk dana produktiviti ada di Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dayasos dan Gulkin).


"Penting diluruskan terkait bantuan di Kemensos, tidak hanya bersifat charity saja, tetapi juga ada dalam bentuk produktiviti. Produktiviti bisa digunakan untuk usaha ekonomi produktif. Jadi, hati-hati beda terminologi," tegasnya.

Penggunaanya bansos bersifat charity, misalnya untuk lanjut usia (lansia) terlantar, Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB). Bansos produktiviti, seperti Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

"UEP unit cost Rp 3 juta per orang dan KUBE Rp 20 juta untuk 10 orang," ucapnya.

Saat ini, serapaan anggaran atau yang sudah terealisir di Kemensos mencapai 64,1 persen dari Rp 22 triliun APBN. Di 12 kementerian/lembaga terdapat bansos, misalnya, di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, dan sebagainya.

"Bansos di 12 kementerian/lembaga Rp 124 triliun dan bansos di Kemensos sendiri Rp 17 triliun," ucapnya.

Bansos dan validasi data dua hal yang beda. Sebab, validasi data dipakai untuk program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang mana setiap enam bulan dilakukan pemutakhiran data.

"Pada Kartu Indonesia Sehat (KIS), ada bansos bagi warga tidak mampu sebesar 75 persen berupa Penerima Bantuan Iuran (PBI)," tukasnya seperti rilis Humas Kemensos kepada redaksi sesaat lalu. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya