. Memasuki era liberalisasi ASEAN saat ini, Jawa Barat harus memperkuat posisinya dan mengurangi faktor-faktor penghambat sehingga mampu bersaing dengan negara lain. Dalam persaingan terutama dengan negara-negara ASEAN, Jawa Barat sudah seharusnya meningkatkan kapasitas daya saing, terutama dalam peningkatan kapasitas institusi, serta kualitas dan konektifitas infrastruktur.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seminar Konsolidasi Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat dengan stakeholder provinsi dan kabupaten/kota di Bandung, Jawa Barat, Senin (6/7). Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Sebenarnya, Provinsi Jawa Barat memiliki posisi yang strategis dalam konteks nasional. Peranannya pun tidak diragukan lagi dalam berbagai sektor sehingga kemajuan Jawa Barat juga akan berimbas bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
"Namun, Jawa Barat juga harus terus memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonominya," ujarnya.
Dalam hal ini, pemberdayaan ekonomi rakyat di Jawa Barat sebenarnya amat mungkin dilakukan mengingat besarnya jumlah usaha kecil, mikro dan menengah di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 8 juta unit usaha. Selain itu, Jawa Barat juga memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa dalam segi kuantitas dan kualitasnya.
"Jawa Barat dikenal sebagai provinsi yang merupakan pusat industri nasional, lumbung pangan, pusat ekonomi kreatif, pusat riset, dan pendidikan, serta berbagai keungguan lainnya," ujar Irman.
Terkait hal itu, Irman mengatakan, DPD mempunyai tekad dan kepentingan untuk memajukan seluruh daerah di Indonesia. Ini sesuai dengan filosofi dasar DPD, yakni kemajuan Indonesia sudah seharusnya merupakan cerminan wajah dari seluruh daerah di Indonesia.
Karena itulah melalui kegiatan ini, ujar senator asal Sumatera Barat itu, DPD ingin mendengar dan menyerap aspirasi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota maupun seluruh jajaran legislatif Jawa Barat.
"Kami ingin menangkap kesulitan-kesulitan serta harapan dari seluruh elemen di pemerintah, legislatif, dan rakyat Jawa Barat," tuturnya dalam rilisnya.
Selanjutnya dengan masukan dan aspirasi tersebut, lanjut Irman, DPD berharap dapat melakukan sesuatu yang mampu mendukung akselerasi pembangunan Jawa Barat, khususnya dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini.
Irman meyakini, MEA akan menjadi momen yang bagus bagi peningkatan kemajuan dan kesejahteraan rakyat asalkan diimbangi dengan kesiapan yang baik. Apalagi, dalam peta konektifitas MEA, Jawa Barat menempati posisi yang strategis baik sebagai basis rantai produksi maupun tujuan arus investasi dan kunjungan dari negara-negara ASEAN lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irman mengatakan, bukan hanya budaya nasional yang merupakan puncak kebudayaan daerah, namun kemajuan nasional seharusnya juga merupakan wujud dari puncak kemajuan dan kesejahteraan daerah.
"Aspirasi dan peran daerah sudah seharusnya diakomodasi dalam pembuatan kebijakan di pusat maupun pada manifestasinya dalam pembangunan daerah itu sendiri," katanya.
Setiap perundang-undangan maupun pembahasan anggaran dan pengawasan, ujar Irman, DPD selalu berusaha meletakkannya dalam kerangka kepentingan seluruh daerah.
Berkaitan dengan visi dan misi itulah, ditambahkan irman, DPD terus mengembangkan kerja yang kreatif baik dalam kinerja legislasi, mediasi maupun advokasi. Hal itupun terwujud dalam berbagai cara, termasuk memperkuat kerjasama strategis dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya sehingga semakin memperkuat artikulasi kepentingan daerah.
"Kami selalu berusaha menciptakan terobosan-terobosan agar suara daerah makin didengar sehingga terjadi perubahan paradigma oleh pemerintah pusat yang selama ini relatif sangat sentralistik," katanya.
Oleh karena itu, menurut Irman, daerah merupakan pelaku langsung dan utama dalam pembangunan sehingga masukan dari daerah seharusnya menjadi pertimbangan utama oleh pemerintah pusat dalam menyusun berbagai kebijakan.
Terlebih lagi, Indonesia adalah negara yang punya potensi yang demikian besar dan pasti akan menjadi negara maju dan sejahtera jika dikelola dengan tepat sesuai dengan karakter dari bangsa Indonesia.
[rus]