Berita

gunung sinabung/net

Nusantara

Diperkirakan Erupsi Sinabung Berlangsung Hingga Lima Tahun ke Depan

Pengungsi Capai 10.645 Orang
SELASA, 07 JULI 2015 | 04:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Saat ini pengungsi erupsi Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara telah mencapai 10.645 yang tersebar di 10 titik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, jarak antara pos pengungsian dengan tempat warga sangat jauh sehingga membuat mereka kesusahan melakukan pekerjaan yang mayoritas adalah petani.

"Saat ini pengungsi sudah mencapai 10.645 orang dengan rincian berada di 10 pos pengungsian yang jaraknya jauh dari pemukiman asal mereka," kata Sutopo di Jakarta, Senin (6/7).


Sutopo juga mengungkapkan salah satu tempat pengungsi yang menjadi tempat tinggal mereka adalah Balai Adat Kabupaten Karo atau Jambur.

Dan akibat dampak letusan sampai sekarang masih banyak warga Karo yang tinggal di kaki gunung Sinabung yang berani tinggal karena lahan pertaniannya merupakan sumber utama penghidupan mereka. "Saat ini kaum laki-laki pengungsi gunung sinabung tidak mau meninggalkan lahan pertaniannya," tambahnya.

Sutopo menambahkan, bahwa erupsi Sinabung diperkirakan masih berlangsung hingga lima tahun ke depan dan akan terus terjadi guguran larva pijar setiap harinya dan luncuran awan panas ke arah sisi Selatan, Tenggara dan Timur.

"Menurut Badan Geologi, erupsi Gunung Sinabung diperkirakan berlangsung selama lima tahun ke depan," ungkapnya.

Pemerintah Pusat juga telah mengadakan rapat koordinasi terkait erupsi Sinabung dengan hasil bahwa Pemda Karo dan Pemprov Sumatera Utara menjadi penanggung jawab utama.

"Rapat yang dipimpin Bapak Presiden (Joko Widodo) dan Wapres (Jusuf Kalla) menhasilkan putusan bahwa penanggung jawab Sinabung ada di Bupati Karo dan Gubernur Sumatera Utara," tandasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya