Berita

parlindungan purba/net

Ketua Komite II DPD: Angkasa Pura Kurang Siap Hadapi Bencana

SELASA, 07 JULI 2015 | 03:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PT Angkasa Pura harus punya Standar Operasi Prosedur (SOP) yang baik untuk penanggulangan bencana.

Demikian disampaikan Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba saat melakukan kunjungan di lokasi Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pasca kebakaran, Senin (6/7).

"Meskipun kebakaran bersifat insidentil tetapi sudah seharusnya SOP penanggulangan bencana di lingkungan Angkasa Pura berjalan dengan baik. Petugas penanggulangan bencana di bandara ini kurang cepat dalam menghadapi bencana kebakaran. Perlu pelatihan khusus dan evaluasi. Bandara Soekarno-Hatta sentral untuk Indonesia dampak psikologisnya bisa kemana-mana," tegas Senator asal Sumut ini dalam rilisnya.


Komite II sebagai fungsi pengawas perhubungan melihat bahwa Angkasa Pura II (AP II) dan semua pelayan publik harus memeriksa kembali instalasi listriknya karena sumber kebakaran terbesar dari sini.

"Perawatan pemadam otomatis seperti fire sprinkle system rutin dirawat dan melakukan pelatihan pemadaman berkala. Meskipun kebakaran ini di cover oleh asuransi bukan berarti tidak ada SOP dalam penanganan bencana," ujarnya.

Parlindungan meminta AP II segera memperbaiki dan membangun kembali terminal 2E, apalagi menjelang lebaran mudik agar tidak menjadi kendala.

Agus Haryadi Corporate Secretary AP II yang mendampingi kunjungan DPD menyatakan bahwa api diketahui jam 5.50 dan sekitar jam 8 pagi baru bisa dipadamkan. Api membakar hampir seluruh bagian lounge dan bagian counter cek in dalam terminal 2E Kerugian belum bisa ditaksir karena masih menunggu investigasi oleh pihak Kepolisian. Akibat kebakaran itu terjadi keterlambatan 40 penerbangan dan 2 penerbangan tidak diberangkatkan (postpone).

"Kerugian yang dialami penumpang akibat kebakaran kemarin sudah ditangani. Saat ini sudah dilakukan perbaikan dan pengalihan pelayanan di Terminal 2E dan sudah berjalan dengan normal kembali," ujarnya.

Dalam akhir kunjungannya, Parlindungan Purba menanyakan kepada AP II mengenai kesiapan bandara menjelang mudik lebaran. Ia mengusulkan kepada manajemen AP agar ditempatkan adanya para pemijat tunanetra di tempat-tempat umum bandara untuk mengurangi ketegangan para penumpang menjelang mudik lebaran. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya