Berita

mpr ri

Lima Rekomendasi yang Dihasilkan dalam FGD MPR di Ambon

SELASA, 07 JULI 2015 | 02:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Focus Group Diskusi (FGD) MPR RI yang berlangsung di Kota Ambon Provinsi Maluku yang berlangsung Senin malam (6/7) menghasilkan lima butir rekomendasi. FGD MPR ini merupakan dalam rangka mendorong diskusi dan seminar yang membahas sistem pembangunan model Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Lima rekomendasi tersebut merupakan kesimpulan dari berbagai pikiran dan aspirasi yang disampaikan para peserta yang terdiri dari para pakar hukum dan pakar sosial politik.

Adapun rekomendasi dari FGD yang mengangkat tema 'Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Sebagai Perwujudan Kedaulatan Rakyat' itu adalah sebagai berikut: Pertama, MPR sebagai lembaga negara merupakan perwujudan kedaulatan rakyat yang memiliki fungsi utama dan lebih dominan dari lembaga negara lainnya. Untuk memperkuat fungsi MPR itu maka perlu adanya amandemen UUD NRI Tahun 1945.


Kedua, perlu adanya pengkajian terhadap parameter kedaulatan rakyat dalam perencanaan pembangunan nasional apakah dilimpahkan oleh Presiden sebagai kedaulatan rakyat atau ditetapkan oleh MPR. Karena itu perlu mendapat kajian lebih lanjut apakah kedaulatan rakyat versi Indonesia itu.

Ketiga, visi perencanaan pembangunan nasional harus memandang Indonesia dalam kesatuan geopolitik.

Keempat, pembangunan nasional harus direncanakan secara terukur dan berkesinambungan dan menjadi haluan bagi negara, termasuk penyelenggara negara. Perencanaan pembangunan nasional harus ditetapkan oleh kelembagaan yang merupakan perwujudan kedaulatan rakyat.

Dan, kelima, perencanaan pembangunan nasional harus diawasi dan dipertanggungjawabkan, dan bagaimana menjadikan pengawasan dan pertanggungjawab sebagai bentuk kedaulatan rakyat.

Hasil rumusan diskusi ini dibacakan pimpinan sidang di akhir diskusi yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya