Berita

presiden joko widodo/net

Selain Rizal Ramli, Arief Budimanta Juga Dilirik Masuk Kabinet

SENIN, 06 JULI 2015 | 04:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kondisi perekonomian Indonesia memperlihatkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Bagi Presiden Joko Widodo, tidak ada pilihan selain mengganti tim ekonomi dan mengembalikan semangat Trisakti dan ekonomi kerakyatan, seperti janji kampanye dulu.

Demikian disampaikan Sekretaris Nasional Boemi Poetra Abdullah Rasyid dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

Menurutnya, panyak pakar dan ekonom yang memiliki semangat nasionalisme ala Soekarno-Hatta Hatta. Tim ekonomi yang ideal haruslah terdiri dari tokoh-tokoh yang berpihak pada kepentingan kaum bumi putra dan berorientasi menciptakan kemandirian.


Presiden harus mulai mecermati rekam jejak para kandidat. Jangan lagi terjebak para ekonom neoliberal yang menyerahkan kekuasaan pada pasar semata, sementara rakyat tidak pernah disiapkan untuk menghadapi kondisi ekonomi,” ujar Abdullah Rasyid.

Dia mengatakan, tokoh nasional Rizal Ramli adalah pilihan yang tepat bila Jokowi memang berniat membangun tim ekonomi yang sesuai dengan Trisakti dan Nawacita.

Selain Rizal Ramli, ekonom PDI Perjuangan yang kini bertugas mendampingi Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Arief Budimanta, juga patut dipertimbangkan masuk kabinet. Apalagi Arief Budimanta ikut merumuskan program ekonomi pemerintahan Jokowi pada masa pemilihan presiden yang lalu.

Tetapi yang paling penting untuk menyelamatkan perekonomian negara, reshufle ini harus segera dilakukan. Jangan ada lagi ekonom neolib agar rakyat bisa merasakan bahwa mereka diperhatikan negara dan tidak ditinggalkan tanpa perlindungan,” demikian Rasyid. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya