Berita

gede pasek

Politik

Pasek ke Marzuki Alie: Jangan Mengeluh Pak, Semangat!

MINGGU, 05 JULI 2015 | 08:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie tidak masuk dalam kepengurusan DPP PD periode 2015-2020.

Marzuki mengaku tidak dikabari kenapa 'ditinggal' PD begitu saja. "Karena dulu diajak, seharusnya dikasih tahu untuk tidak diajak lagi agar semua baik-baik saja," sebut mantan Ketua DPR yang juga pernah menjabat sekjen DPP PD itu.

Dengan tidak masuk dalam struktur apapun di bawah komando SBY saat ini, itu artinya Marzuki tidak diberi ruang lagi untuk mengabdi kepada partai. "Jadi bukan saya yang tidak ingin berbuat lagi bagi PD, tetapi, SBY-lah yang menentukan (saya) tidak perlu lagi ada dalam PD," ungkapnya.


"Jangan mengeluh pak. Semangat...!" kata Gede Pasek Suardika menanggapi 'keluhan' Marzuki Alie tersebut lewat akun twitternya @G_paseksuardika.

Pasek juga menyindir langkah Marzuki yang mendukung SBY pada Kongres Demokrat di Surabaya Mei 2015 lalu.

"Dukungan injury time saat kongres ternyata tidak berarti ya Pak," ungkap Pasek yang saat ini menjabat anggota DPD RI asal Bali.

Selain SBY, Pasek dan Marzuki adalah dua bakal calon ketum pada Kongres PD 2015. Sayangnya, Pasek dan Marzuki tidak jadi maju. Pasek beralasan, percuma mengikuti bursa calon ketum kalau tatib kongres menutup celah kompetisi terbuka untuk pemilihan. Sementara, Marzuki mundur dari bursa pencalonan di injury time dengan alasan untuk mengantisipasi isu adanya pembelokan dukungan pada kader lain yang tidak sesuai dengan aspirasi kader. Marzuki pun meminta para pendukungnya untuk mendukung SBY.

Dan setelah helatan kongres, pada 1 Juli 2015, Gede Pasek yang dikenal sebagai loyalis mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum memutuskan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya