Berita

Valentino Rossi dan Marc Marquez/net

Olahraga

Marquez & Rossi Perang Kata-Kata

Buntut Senggolan di Assen
JUMAT, 03 JULI 2015 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Insiden senggolan dramatis antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di sirkuit Assen berbun­tut panjang. Dua pebalap beda tim itu terlibat perang kata-kata.

Padahal, mereka baru saja mendapat peringatan dan di­interogasi penasihat kesela­matan MotoGP dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Franco Uncini. Bahkan, setelah pemanggilan itu, ked­uanya malah terlihat akrab.

Tapi siapa sangka, keakraban mereka ternyata kamuflase. Marquez merasa ia sebagai juara yang pantas dan bahkan menilai Rossi telah berbuat curang untuk mencapai garis finis lebih dulu.


"Menurutku kami yang me­nang. Kurasa tak ada yang mau bersenggolan. Kurasa dia sudah melihatku datang. Yang kutahu, aku sudah melakukan semuanya dengan benar karena aku tak ke­luar lintasan," tuding Marquez.

The Doctor-julukan Rossi ke­sal karena dianggap melakukan manuver ilegal untuk meraih kemenangan di GP Belanda akhir pekan kemarin.

Dengan cepat diapun mer­espons tudingan rivalnya. Dia menyarankan untuk melihat siaran ulang insiden tersebut. "Mungkin lebih baik kita lihat video dan foto-foto kejadian, karena semua orang punya pendapatnya sendiri," ujar Rossi dalam wawancaranya den­gan Cycle Word.

"Menurutku, aku sepenuhnya di depan Marquez. Aku men­gerem dengan keras, bertahan di tengah, dan aku sudah masuk di bagian pertama chicane ketika ia menyenggolku," lanjutnya.

Setelah seri kedelapan digelar, point sementara Rossi berada di peringkat pertama dengan 163 point, di belakangnya rekan setimnya Jorge Lorenso men­guntit dengan selisih 10 poin. Sedangkan Marc Marquez be­rada diperingkat empat dengan mengantongi 89 poin.

Semuanya masih berkesem­patan menjadi Juara dunia motoGP tahun 2015 ini, masih ada 10 seri balap yang tersisa. Rossi tetap harus waspada kar­ena selalu akan ada perlawanan sengit dari Marc Marquez dan Lorenzo. Terdekat balapan mo­toGP akan diselenggarakan 12 juli 2015 di sirkut Sachsenring, Jerman.  ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya