Berita

fahira-hemas

DPD Dorong Percepatan RUU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri

JUMAT, 03 JULI 2015 | 07:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai representasi daerah mendorong percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri.

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Komite III, Fahira Idris dalam rapat kerja dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA), Yohana Yembise di Ruang Rapat Komite III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7).

"Dengan adanya RUU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri diharapkan dapat menjadi Undang-undang sebagaimana sesuai dengan prioritas program legislasi nasional. Selain itu dalam RUU ini juga turut mendorong pemerintah daerah agar dapat mendukung program peningkatan kualitas tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di daerah," ujar Fahira senator asal DKI.



Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPD GKR Hemas, yang turut hadir memberikan penjelasan, bahwa dalam konteks masalah TKW yang tidak kunjung usai memang bukan tugas Kementerian PP&PA saja, tetapi kerja sama antara Kementerian PP&PA dengan Kementrian Tenaga Kerja.

"Kita harus bisa mendidik perempuan-perempuan pekerja ini sebagai bagian upaya peningkatan kualitas tenaga kerja wanita," ujarnya.

Selain itu untuk penempatan tenaga kerja wanita dengan latar belakang daerah asal dari wilayah Timur Indonesia juga tidak tepat, seperti TKW asal NTT ditempatkan di wilayah Malaysia, tentu berbeda kebudayaan dan kepercayaan.

"Hal inilah yang kemudian memunculkan kejadian timbulnya kekerasan pada mereka, oleh sebab itu tenaga kerja wanita harus dididik agar bisa menjadi tenaga kerja yang profesional, sehingga meminimalisir terjadinya kekerasan dan human trafficking bagi tenaga kerja wanita tersebut," tambah GKR Hemas, Senator asal DI Yogyakarta ini.

Senada dengan hal tersebut, Menteri PP&PA Yohana Yembise menjelaskan tentang pengoptimalan kerja sama antara Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan Tahir Foundation meliputi target dan sasaran, ruang lingkup, pembiayaan, pelaksanaan, pengawasan.

"Program kerja yang bekerja sama dengan pihak swasta ini diharapkan dapat menjadi pilot project yang dapat berkelanjutan. Sehingga keluaran program dapat terukur dan sesuai target pemerintah, karena program ini adalah program pertama yang dilakukan Kementrian PP&PA selama Indonesia berdiri dengan mengurus beribu-ribu perempuan untuk dididik dan itu tidak mudah, kami membutuhkan dukungan dari banyak pihak termasuk DPD," jelasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya