Berita

jokowi-jk/net

Politik

Kalau Begini Caranya, Indonesia akan Bangkrut di Tangan Jokowi

JUMAT, 03 JULI 2015 | 06:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Delapan bulan pemerintahan Jokowi-JK telah menghasilkan utang luar negeri yang fantastis yaitu Rp 850 triliun. Artinya, persentasi keberhasilan pemerintahan Jokowi meminjam uang rata-rata perbulannya Rp 106,25 triliun.

Saat ini pinjaman tersebut didatangkan dari China sebesar Rp 650 triliun, Bank Dunia Rp 143 triliun, dan Islamic Development Bank (IDB) Rp 66 triliun.

"Sungguh ironis kalau seorang Presiden hobinya pinjam hutang, pantas saja ketika debat Pilpres 2014 yang lalu Jokowi dengan enteng mengatakan uang Rp 40 triliun mudah dicari padahal kondisi ekonomi kita belum pasti, ternyata mudahnya itu dengan cara berutang," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman, Jumat (3/7).


Jajat mempertanyakan jika saat ini pemerintahan Jokowi sangat bergantung kepada utang, lantas kemana larinya APBN Indonesia.

"Apalagi penyerapan APBN saat ini masih sangat rendah," ungkapnya.

Ia juga menyinggung pemerintahan Jokowi yang jika dibiarkan memerintah lima tahun bisa membawa Indonesia kepada kebangkrutan.

"Dalam delapan bulan saja Jokowi telah menambah hutang luar negeri Rp 850 triliun. Bayangkan, jika tahun pertama Jokowi memimpin hutang Indonesia bertambah Rp 850 triliun, maka dalam lima tahun memerintah hutang kita akan bertambah Rp 4.250 triliun. Lantas kemana larinya APBN dan kekayaan Indonesia? Apakah ditelan bumi begitu saja?" tutup Jajat seperti dalam rilisnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya