Berita

foto:net

Nusantara

HERCULES JATUH DI MEDAN

Ibu Korban: Kantong 91 dan 93 Itu Anak Saya...

KAMIS, 02 JULI 2015 | 11:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Keluarga korban jatuhnya Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Selasa (30/6) kemarin, semakin sedih bercampur kecewa.

Alasannya, meski telah mengenali jenazah keluarga mereka, namun proses pemulangannya dari RS Adam Malik Medan, terbilang lamban.

"Saya kecewa. Dengan alasan prosedur, keponakan Saya tidak bisa bisa diberangkatkan," kata Mikhael Asak Sirait (46) warga Medan, paman dari dua korban yang sudah dikenalinya, Kamis (2/7).


Mikhael mengaku kecewa karena dua keponakannya, yaitu Ester Yosephin Sihombing (17) dan Rita Yunita (14), sudah dikenali sejak kemarin pagi (Rabu, 1/7) pukul 10.00 wib. Namun, hingga kini jenazah belum juga keluar dari kamar mayat RSU Adam Malik.

"Saya sendiri yang mengenalinya kemarin. Pakaiannya lengkap, tapi alas kakinya yang tidak ada," jelasnya.

Ester dan Rita merupakan dua penumpang pesawat pesawat C130 yang jatuh di Medan. Mereka ingin pulang ke rumah ayahnya Serda Sahata Sihombing yang bertugas sebagai Babinsa di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Kekecewaan juga dialami keluarga Yenti Arizona (36), warga Bukit Raya, Pekanbaru, Riau. Ia mengaku kecewa karena dua putranya Rezki Budi Perkasa (20) dan Renaldi Wadianto (15) juga belum bisa dikeluarkan meski sudah dikenali sejak pukul 11.00 wib kemarin.

Ia mengenali langsung kedua putranya karena tubuh dan pakaian serta dompet mereka masih utuh.

"Kantong 91 sama 93 itu anak saya. Saya masih ingat. Kemarin saya ditelepon orang AU minta supaya dimandikan sore kemarin supaya bisa dibawa ke Lanud Soewondo agar pagi ini bisa diberangkatkan. Ternyata tidak. Sampai sekarang belum jelas. Padahal keluarga sudah menunggu di Pekanbaru," jelasnya.

Baik Yenti maupun Mikhael berharap anak dan keponakannya bisa segera keluar.

"Kami berharap bisa diberangkatkan hari ini juga," pungkas mereka seperti dikabarkan MedanBagus.com. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya