. Keluarga korban jatuhnya Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Selasa (30/6) kemarin, semakin sedih bercampur kecewa.
Alasannya, meski telah mengenali jenazah keluarga mereka, namun proses pemulangannya dari RS Adam Malik Medan, terbilang lamban.
"Saya kecewa. Dengan alasan prosedur, keponakan Saya tidak bisa bisa diberangkatkan," kata Mikhael Asak Sirait (46) warga Medan, paman dari dua korban yang sudah dikenalinya, Kamis (2/7).
Mikhael mengaku kecewa karena dua keponakannya, yaitu Ester Yosephin Sihombing (17) dan Rita Yunita (14), sudah dikenali sejak kemarin pagi (Rabu, 1/7) pukul 10.00 wib. Namun, hingga kini jenazah belum juga keluar dari kamar mayat RSU Adam Malik.
"Saya sendiri yang mengenalinya kemarin. Pakaiannya lengkap, tapi alas kakinya yang tidak ada," jelasnya.
Ester dan Rita merupakan dua penumpang pesawat pesawat C130 yang jatuh di Medan. Mereka ingin pulang ke rumah ayahnya Serda Sahata Sihombing yang bertugas sebagai Babinsa di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.
Kekecewaan juga dialami keluarga Yenti Arizona (36), warga Bukit Raya, Pekanbaru, Riau. Ia mengaku kecewa karena dua putranya Rezki Budi Perkasa (20) dan Renaldi Wadianto (15) juga belum bisa dikeluarkan meski sudah dikenali sejak pukul 11.00 wib kemarin.
Ia mengenali langsung kedua putranya karena tubuh dan pakaian serta dompet mereka masih utuh.
"Kantong 91 sama 93 itu anak saya. Saya masih ingat. Kemarin saya ditelepon orang AU minta supaya dimandikan sore kemarin supaya bisa dibawa ke Lanud Soewondo agar pagi ini bisa diberangkatkan. Ternyata tidak. Sampai sekarang belum jelas. Padahal keluarga sudah menunggu di Pekanbaru," jelasnya.
Baik Yenti maupun Mikhael berharap anak dan keponakannya bisa segera keluar.
"Kami berharap bisa diberangkatkan hari ini juga," pungkas mereka seperti dikabarkan
MedanBagus.com.
[rus]