Berita

FX. Arief Poyuono/net

Waketum Gerindra: Janji BPK Ungkap Mafia Cuma Omong Kosong

KAMIS, 02 JULI 2015 | 07:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dana alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sejak era SBY diduga banyak dinikmati oleh mafia infrastruktur dengan modus operandi perbaikan dan perawatan infrastruktur sepanjang tahun, dan sudah triliunan rupiah dana alokasi BBM yang dialokasikan ke pembangunan, perawatan infrastruktur seperti infrastruktur jalan Pantura, waduk dan irigasi persawahan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, FX. Arief Poyuono dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (2/7).

Sementara kata Arief, janji Badan Pengawas Keuangan (BPK) akan mengawasi dan mengungkap adanya mafia Infrastruktur yang telah banyak melakukan peyelewengan dana alokasi BBM yang digunakan untuk pembangunan Infrastruktur hanya omong kosong saja. Karena sampai hari ini belum ada hasil audit BPK yang menyatakan adanya kebocoran dana pembangunan infrastruktur. Hal itu bisa dibuktikan bahwa belum ada satupun pejabat penguna anggaran infrastruktur yang dimajukan ke meja hijau akibat audit BPK.


Hal lain tentang omong kosong hasil audit BPK juga bisa dibuktikan bahwa BPK tidak mampu mengungkap mafia impor migas dipetral yang secara kasat mata telah merugikan negara miliaran dalar AS,

"Jadi kredibilitas BPK dalam hal mengungkap mafia infrastruktur yang banyak meyelewengkan dana alokasi BBM dan mafia migas perlu dipertanyakan. Karena itu perlu kita sangsikan juga kemampuan para pimpinan BPK saat ini," ungkap Arief.

Malah malah dia menduga, jangan-jangan bukan mafia infrastruktur dan mafia migas yang paling banyak merugikan negara, justru mafia audit di BPK yang telah merugikan negara Karena kredibilitas auditnya BPK yang kurang bermutu.

Apalagi BPK dalam mengaudit BUMN bukan tidak mungkin ada kongkalikong antara auditor BPK dengan petinggi BUMN.

"Karena itu KPK perlu melakukan investigasi juga terhadap auditor auditor di BPK dan petinggi BPK," demikian Arief. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya