Berita

rini soemarno/net

Politik

Bukan Tidak Mungkin Isu "Menteri Hina Presiden" Adalah Skenario Menyelamatkan Rini

RABU, 01 JULI 2015 | 15:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Adalah sebuah kejanggalan serangan membabi buta kader PDIP terhadap Menteri BUMN Rini Soemarno mengenai dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Pasalnya, Rini dikenal sebagai orang kepercayaan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Maka menjadi tak masuk akal jika para kader PDIP menyerang Rini, karena itu sama halnya tak menghargai Mega.

"Rini Soemarno salah satu orang rekomendasi Megawati dari mulai di Tim Transisi hingga menjadi menteri di Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK. Dan saat ini kader PDIP ramai-ramai ingin menjatuhkan Rini, ada apa sebenarnya apakah ini ada faktor kesengajaan yang dibuat atau tidak?" kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha, dalam rilisnya (Rabu, 1/7).

Panji menjelaskan, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Dan bukan tidak mungkin juga upaya menjatuhkan Rini adalah cara untuk menyelamatkannya, karena Rini dinilai sudah melaksanakan misinya dengan baik, yakni menyepakati berbagai mega proyek dengan aseng dan asing. Terakhir, Rini meminjam sebesar Rp 650 triliun dari China untuk BUMN Indonesia. Dan menjalin kerja sama e-government antara PT Telkom Indonesia dengan SingTel (Singapura).


"Publik jangan terbawa arus dinamika politik praktis yang dimainkan oleh ulah para politikus yang dinahkodai partai. Dan jika benar ini adalah skenario penyelamatan Rini Soemarno, artinya pemerintah sudah tidak memiliki hati nurani! Siapapun nanti yang menggantikan Rini tidak akan bisa berbuat apa-apa. karena seluruh kontrak yang menguntungkan asing dan aseng pasti sudah ditandatangani," tutup Panji. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya