Berita

said iqbal/net

Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Jokowi Belum Teken RPP Jaminan Pensiun

RABU, 01 JULI 2015 | 10:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Buruh menyambut baik beroperasinya secara penuh BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan usaha milik publik di bawah presiden, bukan lagi BUMN.

"Dengan demikian buruh ikut memiliki 'saham' BPJS karena ikut mengiur, dan setiap kebijakan BPJS harus disetujui dan dikontrol buruh melalui dewan pengawas dan 'public hearing'," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (1/7).

Said Iqbal mengatakan, seluruh profit BPJS harus dikembalikan kepada kesejahteraan buruh dan tidak ada lagi setor deviden ke pemerintah/Meneg BUMN. "Tidak menjadi dana bancakan parpol, dan direksi BPJS harus bermental melayani bukan lagi minta dilayani sebagaimana BUMN," tegas dia.


Namun, tambah Said Iqbal, yang masih menjadi persoalan besar dari BPJS ini adalah belum ditandatanganinya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Pensiun oleh presiden.

"Bila sampai hari ini (1 Juli 2015) RPP tersebut belum ditandatangani juga maka KSPI dan buruh akan melakukan langkah-langkah tegas," ancamnya.

Langkah-langkah tersebut, papar Said Iqbal, antara lain adalah dengan melakukan Gugatan Warga Negara (Citizen Law Suit) terhadap Presiden, Wapres, dan Menteri terkait. Karena, lanjut dia, dianggap telah melanggar konstitusi dengan tuntutan RPP jaminan pensiun wajib ditanda tangani Presiden dengan isi iuran 10-12 persen dengan manfaat pensiun 60 persen dari upah terakhir.

"Lalu meminta DPR RI menggunakan hak interpelasi, dan yang terakhir kami akan lakukan aksi mogok nasional," andasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya