Berita

ilustrasi/net

Jangan Lama-lama, Segera Pecat Menteri Penghina Presiden!

SELASA, 30 JUNI 2015 | 12:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi sudah mengantongi siapa identitas menteri yang berani mengata-ngatainya dari belakang. Kemarin, Mendagri Tjahjo Kumolo telah menyerahkan rekaman yang berisi seoarang menteri menghina Jokowi.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mendesak Presiden Jokowi agar mereshuffle menteri tersebut.

"Harus segera direshuffle orang seperti itu, sama berbahayanya membesarkan anak harimau, atau perumpamaan penumpang perahu yang ikut melobangi perahu,"sebut dia saat dihubungi redaksi, Selasa (30/6).


Jelas Pangi, apabila orang seperti itu tetap dipertahankan, maka dikhawatirkan akan membuat pemerintahan (presiden) tidak berwibawa dan program kerja tidak berjalan.

"Ujungnya bisa karam pemerintahan Jokowi kalau orang orang seperti itu dibiarkan," tukas peneliti politik IndoStrategi ini.

Sebelumnya, Pangi mengungkapkan ada dua kemungkinan kenapa seorang menteri berani menghina dan merendahkan Presiden. Pertama, bisa saja Presiden Jokowi krisis kewibawaan, sehingga tak dihargai dan dihormati bawahannya. Kedua, ada setting menteri penyusup, yang sudah berencana mengacaukan sinyal kerja kabinet. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya