Berita

PANGI SYARWI/net

Politik

Ada Dua Kemungkinan Kenapa Ada Menteri yang Berani Menghina Presiden Jokowi

SELASA, 30 JUNI 2015 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sinergisitas akan bisa mempercepat akselarasi kerja. Namun ketika menteri dengan presidennya tidak seia sekata maka akan repot. Atau lebih berbahaya lagi kalau gerbong mendahului masinis, bisa gawat dan menimbulkan kecelakaan.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi mengomentari terkait adanya menteri di Kabinet Kerja yang menghina Presiden Jokowi.

Menurutnya, seorang menteri harus loyalitas kepada atasannya. Mereka harus memiliki visi misa yang sama untuk mencapai target dan tujuan yang telah disusun.


"Nah kalau ada menteri yang menjelek-jelekan bahkan merendahkan Jokowi berarti ada dua kemungkinan," ungkap Pangi kepada redaksi, Selasa (30/6).

Kemungkinan pertama, kata Pangi, bisa saja Presiden Jokowi krisis kewibawaan, sehingga tak dihargai dan dihormati bawahannya.

Kemungkinan kedua, ada setting menteri penyusup, yang sudah berencana mengacaukan sinyal kerja kabinet.

"Bahasa kerennya pengkhianat yang menusuk dari belakang. Tentu tidak ada istilah bagi mereka menteri yang tidak pandai berterima kasih, itu bukan kamus mereka, misinya membuat kabinet kacau dan diaduk seperti telor ceplok," demikian Pangi yang juga peneliti politik IndoStrategi ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya