Berita

Luhut-Andi/net

Luhut Pandjaitan dan Andi Widjajanto Bermalam di Sinabung

SENIN, 29 JUNI 2015 | 07:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Staf Presiden Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto sepanjang Minggu (28/6) kemarin mengunjungi kawasan lokasi erupsi Gunungapi Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kunjungan Luhut dan Andi diawali dengan briefing koordinasi dengan Pemkab Karo di pendopo rumah dinas Bupati Karo Terkelin Brahmana, mendengarkan paparan penanganan erupsi oleh Komanda Korem (Danrem) 023/KS Kol. Inf. Fahri, serta paparan tentang erupsi Sinabung oleh Kepala Badan Geologi Surono.

Selanjutnya, Luhut dan Andi beserta rombongan meninjau tempat relokasi pengungsi Sinabug, di Desa Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dimana terdapat rumah-rumah yang siap ditempati, dan rumah-rumah yang masih dibangun untuk para pengungsi Sinabung.


Setelah berbuka puasa bersama di rumah dinas Bupati Karo, Luhut dan Andi meninjau tiga titik lokasi tempat penampungan pengungsi sementara, yaitu di Gereja Paroki, Gedung KNPI, dan Tanjung Belang. Namun karena sudah terlalu malam, kunjungan ke Tanjung Belang ditunda pada hari ini (Senin, 29/6).

Pada hari ini seperti dikabarkan laman setkab.go.id, Luhut dan Andi juga dijadwalkan akan menghadiri kebaktian retreat di Taman Jubileum GBKP Sukamakmur, Berastagi, yang terletak beberapa kilometer dari lokasi Gunung Sinabung.

Sebagaimana diketahui Gunung Sinabung terus menerus mengeluarkan erupsi, sehingga para pengungsi harus bolak-balik dari rumahnya ke lokasi pengungsian. Sejauh ini belum diketahui sampai kapan erupsi Sinabung akan berhenti.

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mencatat, sejauh ini terdapat 10.184 jiwa (3.030 KK) pengungsi dari 11 desa yang tersebar di 10 pos pengungsian. Selain itu, terdapat 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa yang dinyatakan dilarang untuk kembali ke desa asalnya. Mereka saat ini tinggal di hunian sementara. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya