Berita

foto:apkli

Tokoh-tokoh Ini Jamin Penangguhan Penahanan Dua Tersangka PKL

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 09:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Beberapa tokoh seperti Bursa Zarnubi, Marwan Batubara, Syahganda Nainggolan, M. Hatta Taliwang dan Abdullah Rasyid siap menjadi jaminan penangguhan penahanan terhadap dua tersangka Pedagang Kaki Lima (PKL) di Monas Jakarta atas nama Edi Mendra dan Armonta Surbakti.

"Kita minta penangguhan penahanan atas dua tersangka PKL Edi Mendra di Polda Metro dan Armonta Surbakti di Polres Jakpus," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun yang juga menjadi salah tau penjamin.

Jelas Ali Mahsun, disamping sesuai dengan aturan KUHAP, kedua tersangka tersebut merupakan tulang punggung ekonomi keluarga, khususnya menghadapi ramadhan dan lebaran 2015. Dua PKL itu jika tak berjualan maka sulit memenuhi kebutuhan keluarga mereka.


"Kehadiran para tokoh tersebut menjenguk PKL Monas Edi Mendra di Polda Metro Jaya, Jumat (26/6) lalu guna memastikan yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan baik. Juga memastikan kondisi keluarga Edi Mendra, kedua anaknya dan kondisi istrinya yang hamil 1 bulan," ujar Ali Mahsun dalam keterangannya, Minggu (28/6).

Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan yang ikut menjenguk Edi Mendra berpesan, agar sabar dan kuat menghadapi resiko perjuangan untuk nasib dan masa depan kawan-kawan PKL Monas lainnya. Demikian juga Armonta Surbakti yang ditahan di Polres Jakarta Pusat, ia meminta agar yang bersangkutan menjalani proses hukum dengan baik.

"Tak boleh ada intimidasi dan kekerasan. Kita prihatin atas nasib yang dialami PKL Monas Jakarta dan PKL di seluruh wilayah Prov DKI Jakarta dan tanah air," tegas Syahganda.

Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Keadilan, Bursah Zarnubi mengungkapkan, PKL harus ditata secara Manusia, tak boleh dengan pendekatan kekerasan. Karena dalam sejarah ekonomi sebelum industrialisasi, PKL sudah ada di Indonesia. PKL merupakan bagian dari perekenomian bangsa. Inti pembangunan ekonomi bagian dari pembangunan peradaban suatu bangsa. Oleh karenanya Pemerintah RI tak boleh perlakukan PKL secara tidak manusia karena bisa timbulkan kecemburuan dan kemarahan sosial. Harus dengan pendekatan humanistik dan beradab.

"Maka saya minta PKL Monas tidak ditangani secara hukum melainkan ditangani dengan humanistik dan pembinaan mereka. Hal ini sesuai dengan cita-cita kemerdekaan RI, mengangkat harkat martabat kemanusian rakyat dan meningkatakan kesejahteraan rakyat miskin. Oleh karena itu tidak boleh menggusur PKL karena dapat menimbulkan masalah besar," tegas Bursah Zarnubi. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya