Berita

imam nahrawi/net

Olahraga

Menpora Ngaku Pantas Disalahkan Atas Keterpurukan di SEA Games

JUMAT, 26 JUNI 2015 | 09:58 WIB | LAPORAN:

Workshop evaluasi prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2015 digelar di Gedung Kemenpora, Kamis malam (25/6). Tak hanya Kemenpora, seluruh elemen seperti Satlak Prima, KONI, KOI berkumpul untuk membahas terkait raihan minor Indonesia di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Statement menarik pun keluar dari mulut Menpora Imam Nahrawi. Menpora sendiri akhirnya mengakui kalau dia pantas disalahkan atas raihan buruk Indonesia di Singapura.

Di workshop bertemakan "Evaluasi SEA Games XXVIII Singapura" ini, selain Imam, hadir pula Suwarno sebagai Ketua Satlak Prima, Tono Suratman (Ketua KONI), serta Rita Subowo (Ketua KOI). Tak ketinggalan, hadir pula Chef de Mission kontingen Indonesia di SEA Games lalu yang juga merupakan legenda badminton Tanah Air, Taufik Hidayat.


"Saya menyadari betul soal penurunan prestasi kita di gelaran SEA Games kali ini. Saya pantas disalahkan atas kegagalan tersebut. Tapi, ke depannya marilah Kemenpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima bersatu padu untuk prestasi yang lebih baik. Dalam waktu dekat ini, kita semua harus mencari solusi nyata atas buruknya prestasi di SEA Games kemarin," ucap Menpora.

Dengan raihan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu, ini adalah raihan terburuk kontingen Indonesia sejak SEA Games pertama kali digelar pada 1977 silam. Untuk kedua kalinya Indonesia hanya menempati ranking lima, atau tim Merah Putih keluar dari empat besar. Sebelumnya pada SEA Games 2005 Filipina, Indonesia juga berada di lima besar dengan 49 emas, 79 perak dan 89 perunggu.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya