Berita

Twedy Noviady Ginting/net

Politik

Ketua Presidium GMNI: Reshuffle Kabinet Sebuah Kebutuhan

KAMIS, 25 JUNI 2015 | 12:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Delapan bulan Pemerintahan Jokowi-JK adalah waktu yang cukup bagi Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja kabinet secara keseluruhan. Evaluasi tersebut perlu segera dilakukan untuk mengembalikan arah jalannya pemerintahan agar sesuai dengan Nawacita dan Trisakti Bung Karno yang menjadi visi misi Jokowi.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (25/6).

Menurut Twedy, sektor-sektor yang perlu menjadi prioritas untuk dievaluasi adalah sektor perekonomian, keuangan, pajak, energi dan pertambangan, BUMN, perdagangan, pertanian, dan pertanahan.


"Sektor-sektor inilah yang kinerjanya belum mampu mengejawantahkan Nawacita dan Trisakti Bung Karno ke dalam program kerja Pemerintahan. Bahkan program-programnya cenderung mengabaikan Nawacita dan Trisakti Bung Karno," ujar Twedy.

Untuk itu, GMNI sebagai elemen bangsa mendorong Presiden Jokowi untuk berani melakukan reshuffle kabinet demi memperbaiki kinerja pemerintahan.

"Selain itu, kami juga mengingatkan Presiden Jokowi agar figur-figur baru yang nantinya masuk kabinet setidaknya memiliki tiga syarat sebagai berikut. Pertama, mampu mengejawantahkan Nawacita dan Trisakti Bung Karno dalam kementerian terkait. Kedua, memiliki kapasitas dan kompetensi di bidangnya. Ketiga, memiliki dukungan politik khususnya dari parpol dan parlemen sehingga mempermudah kerja-kerja kementerian terkait," beber Twedy.

GMNI berkeyakian, bila ketiga syarat tersebut dimiliki oleh menteri-menteri Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK, maka performance kabinet akan menunjukkan hasil signifikan bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

"Dan impian Presiden Jokowi melaksanakan Nawacita dan Trisakti Bung Karno akan mudah terwujud," demikian Twedy. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya