Berita

agun gunanjar/net

Politik

Anggota DPR Ini Tak Heran Presiden Tolak Dana Aspirasi

KAMIS, 25 JUNI 2015 | 10:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Agun Gunanjar Sudarsa mangaku tidak heran dengan sikap pemerintah yang menolak dana aspirasi.

"Tidak heran buat saya kalau kemudian Menkeu, lalu Presiden menolak keputusan DPR tentang dana aspirasi, karena itu memang domain pemerintah (eksekutif)," sebut dia, Kamis (25/6).

Menurut Agun, penolakan itu jelas mengacu pada UUD 1945 dan UU Sistem Perencanaan Pembangunan, dan UU APBN tahunan. Bahwa dalam hal perencanaan program yang terkait dengan kepentingan rakyat secara langsung adalah kewenangan eksekutif, dimana DPR pada posisi menunggu bahan-bahan tersebut yang tertuang dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rancangan APBN.


Setelah RKP dan RAPBN sampai, lanjut Agun, barulah DPR membahasnya sesuai fungsi dan kewenangan dalam sirklus anggaran tahunan negara. Sikap DPR yang terdiri dari fraksi-fraksi boleh menolak, merevisi, atau menyetujui tentang RKP dan RAPBN dari pemerintah itu.

"Tapi sikap DPR tidak berhak dengan mengusulkan anggaran untuk kepentingan anggota DPR di dapilnya masing-masing, ini jelas-jelas menabrak aturan," demikian Ketua DPP Partai Gokar hasil Munas Ancol ini.

Kemarin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan pemerintah yang dipimpin Presiden Jokowi menolak dana aspirasi. Menurut Andrinof, berdasarkan undang-undang, perencanaan pembangunan nasional diambil dari visi misi Presiden yang disampaikan saat kampanye. Jadi, kalau pakai konsep dana aspirasi, bisa bertabrakana dengan visi dan misi Presiden.

DPR (diluar PDIP, Nasdem dan Hanura) telah menyetujui dana aspirasi sebesar Rp 11,2 triliun. Uang sebesar itu akan didistribusikan kepada setiap anggota dewan Rp 20 miliar untuk setiap tahunnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya