Berita

Marudut Situmorang/net

Pencalonan Istri Wakil Walikota Sibolga Bakal Kandas

RABU, 24 JUNI 2015 | 11:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Proses pengunduran diri Wakil Walikota Sibolga Marudut Situmorang karena ingin memberi ruang istrinya Memory Evaulina Panggabean maju dalam Pilkada Sibolga 2015, tampaknya tak akan berjalan mulus. Pasalnya, Marudut masih akan berhadapan dengan dinamika politik di DPRD Kota Sibolga.

Dalam UU dan dikuatkan dalam Peraturan KPU, keluarga sang petahana alias incumbent dilarang maju di daerah tersebut.

"Ada kemungkinan itu (ditolak), kalau alasannya tidak jelas, apalagi sesuai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwasanya tidak usah diberikan (karena kepentingan pilkada)," ujar Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori, Selasa (23/6) kemarin, seperti dikabarkan medanbagus.com.


Menurut Jamil, DPRD akan mempelajari permohonan pengunduran diri Marudut itu. Beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan, lanjut Jamil yakni soal sumpah jabatan yang pernah disampaikan oleh Marudut diawal menjabat sebagai wakil walikota.

"Kemudian kita kan melihat sumpah dan janjinya tadi, selaku wakil walikota Sibolga dia berjanji menjabat selama 5 tahun kan. Jadi kalaupun sampai ke DPRD Sibolga, kita harus meneliti dulu tentang petahana ini, dia harus ajukan ke Gubernur kita harus mendengarkan penjelasan dari Kemendagri, apakah dibolehkan," katanya.

Disinggung bahwa pengunduran diri itu jelas diatur dalam UU No 1/2015, politisi Golkar itu berkeras bahwa pihaknya akan melihat urgensi pengunduran diri itu.

"Makanya kita lihat urgensinya, apakah kita loloskan atau tidak, Kemendagri harus berpedoman kepada DPRD Sibolga? Lalu prosedur di Kemendagri, jangan kita rekomendasikan nanti justru tidak dipakai," katanya.

Menurut Jamil, adanya upaya penjegalan pengunduran diri itu oleh lembaga DPRD dinilai sah-sah saja. DPRD menurutnya, adalah lembaga politik yang memiliki kepentingan.

"DPRD kan lembaga politik, jadi sah-sah saja kalau ada yang menjegal, karena ada kepentingan politik. Kalau dianggap keluarga wakil ini punya kemampuan untuk menang, sementara partai yang mengusung itu lemah, bisa saja dijegal, ini kepentingan politik. Tidak serta merta di-acc, ada pertimbangan lain, kita lihat dulu," tandasnya.

Sebelumnya, Jamil juga mengaku, pihaknya hingga saat ini belum menerima surat pengunduran diri Marudut Situmorang. "Belum ada sampai kita, selaku pimpinan nggak ada disampaikan sama kita, nggak ada pemberitahuan sama kita," ungkapnya.

Informasi dihimpun, Marudut Situmorang telah mengajukan pengundurkan dirinya sejak 27 Mei 2015 lalu. Marudut mengaku, mengundurkan diri untuk menjaga netralitas dirinya sebagai pejabat negara setelah istrinya mendaftarkan diri ke partai politik untuk maju menjadi balon walikota Sibolga. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya