. Pengamat sepakbola, Dali Tahir menyebut keji dan mengada-ada tudingan adanya match fixing atau pengaturan pertandingan dalam pertandingan timnas Indonesia vs Vietnam pada babak semifinal.
"Kalau memang ada bukti yang akurat lebih baik langsung saja laporkan kepada pihak berwajib seperti halnya kasus di FIFA. Tidak usah menyebarkan isu yang justru merusak mental para pemain muda kita," ujar Dali saat dihubungi tadi malam (Kamis, 18/6).
Mantan anggota Exco AFC dan anggota Komite Etik FIFA ini mengingatkan bahwa soal pengaturan skor, suap dan lain-lain merupakan kasus yang perlu bukti akurat.
"Kalau ada rekaman dan bukti-bukti lain sebaiknya langsung dilaporkan ke pihak yang berwajib," tegasnya.
Menurutnya, kasus tersebut sebaiknya cepat diselesaikan. Karena bila berlarut-larut akan berdampak kurang baik terhadap psikologis pemain.
"Bisa-bisa mereka minder dan tidak mau bergaul dengan tetangga dan teman-temannya. Ini yang harusnya diperhatikan," tambahnya.
Sementara itu sejumlah media Vietnam juga turut mewartakan dugaan match fixing yang melibatkan timnas Indonesia vs Vietnam. Hal ini tak lepas karena Vietnam disangkutpautkan.
Media Vietnam yang dimaksud di antaranya Tien Phong, Thanh Nien, Zing News, Tuoi Tre, PLO, dan beberapa lainnya. Adalah Tim Advokasi
#IndonesiavsMafiaBola, yang sebelumnya mengeluarkan kabar tersebut.
Dalam undangan jumpa pers kepada wartawan tim yang diperkuat nama-nama seperti Asep Komarudin, Erasmus Napitupulu, dan Muhammad Isnur bahkan berani menyebutkan bahwa kekalahan bertubi-tubi Indonesia di ajang SEA Games 2015 ternyata sudah diatur mafia bola nasional-internasional.
Tim Advokasi
#IndonesiavsMafiaBola juga menyebutkan bahwa kekalahan telak 0-5 dari Thailand dan 0-5 dari Vietnam merupakan bukti nyata mafia bola bekerja.
Tim Advokasi
#IndonesiavsMafiaBola sebelumnya juga memutar dua buah rekaman berisikan percakapan antara orang Indonesia dengan pria berbahas melayu. Rekaman pertama berisikan percakapan terkait pertandingan melawan Thailand di semifinal.
Adapun rekaman kedua soal pertandingan melawan Vietnam di partai perebutan medali perunggu. Dalam jumpa persnya, Tim Advokasi
#IndonesiavsMafiaBola menyebut bahwa pengaturan pertandingan di laga timnas U-23 baru sebatas dugaan setelah sempat mengejutkan dengan undangan jumpa pers kepada wartawan.
"Untuk SEA Games kemarin memang ada rekaman. Untuk masalah
match fixing masih sebatas dugaan saja. Kami tidak ingin menuduh bahwa ada
match fixing dalam laga Indonesia di SEA Games. Namun yang pasti rekaman yang kami terima ini merupakan rekaman yang dilakukan sebelum pertandingan," terang Erasmus Napitupulu.
[wid]