Berita

evan dimas/net

Olahraga

SEA GAMES 2015

Tuduhan Match Fixing di Timnas U-23 Sangat Melukai

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 08:29 WIB | LAPORAN:

Dugaan match fixing atau pengaturan pertandingan di laga Timnas merah putih saat berlaga di SEA Games 2015 membuat banyak pengamat terkejut dan tidak yakin. Apalagi yang dicurigai adalah Timnas U-23 yang notabene diperkuat pemain-pemain muda.

Isu itu mencuat setelah munculnya dua rekaman percakapan, yang juga menyinggung pertandingan Indonesia di SEA Games 2015.

Rekaman pertama berisikan percakapan terkait pertandingan melawan Thailand di semifinal. Sedangkan rekaman kedua soal pertandingan Indonesia melawan Vietnam di partai perebutan medali perunggu.


Dugaan ini juga diperkuat Tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola dalam undangan jumpa pers, Selasa (16/6). Tim Advokasi itu berani langsung menyebut kekalahan bertubi-tubi Indonesia di ajang SEA Games 2015 ternyata sudah diatur mafia bola nasional-internasional.

Tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola dalam undangannya juga menyebut Timnas dibantai telak Thailand dan Vietnam bukti nyata mafia bola bekerja.

"Kalau benar hal itu terjadi buktikan saja atau laporkan langsung ke pihak berwajib. Ini penting agar itu tidak menimbulkan fitnah," ujar mantan pemain nasional Berti Tutuarima.

Mantan pemain Timnas SEA Games 1979 ini berharap isu itu tidak hanya sekedar isu belaka tapi lebih dari itu.

"Syukur-syukur benar adanya, tapi bila sebaliknya kasihan para pemain yang masih muda," jelasnya.

Berti mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan dan kehidupan para pemain timnas SEA Games saat ini setelah kembali dari Singapura. Terlebih setelah dihantam isu yang sangat memalukan buat mereka.

"Saya minta kepada pihak yang berwenang baik itu PSSI maupun pihak berwajib untuk serius menindaklanjuti kasus tersebut," harap Berti.

Hal senada dikatakan pelatih timnas U-23 Aji Santoso."Kalau ada bukti buka saja. Apalagi katanya kalau ada rekaman. Kami kalah jelas karena persiapan yang hanya 20 hari dan mental pemain yang terganggu karena disanksi FIFA," kata Aji Santoso.

Aji merasa tuduhan keterlibatan timnas U-23 sangat melukai. Para pemain disebutnya sudah berusaha maksimal di SEA Games 2015 meski dibayangi ketidakjelasan sepak ola Indonesia.

"Saya menjamin seribu bahkan sejuta persen tidak pernah macam-macam dengan namanya match fixing," tambahnya.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya