Berita

Publika

Orangtua Ini Kebingungan Cari Tahu Nasib Putrinya Sebulan Tak Pulang

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 15:24 WIB

PERKENALKAN nama saya Arif (45), Purbalingga Lor Rt 3 Rw 3 Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sehari-hari saya berprofesi sebagai pedagang makanan kaki lima di pasar dekat rumah tinggal saya.

Saat ini, saya sedang bingung atas nasib anak perempuan saya yang bernama Zahra Nur Afifah. Sejak tanggal 15 Mei 2015, anak saya yang masih duduk di bangku SMU kelas I itu tidak pulang ke rumah hingga sekarang. Terakhir kali kami bertemu Zahra saat dia pamit berangkat ke sekolah di SMA Muhammadiyah I Purbalingga.

Tidak ada yang aneh dengan tingkah anak saya pada hari itu maupun sebelum-belumnya. Bahkan saat keberangkatannya hari itu, dia memakai seragam Pramuka dan hanya membawa tas sekolah yang berisi buku, sama seperti hari-hari sebelumnya.


Hingga jam 12 siang, Zahra yang biasanya sudah sampai rumah saat sekolah di hari Jumat belum juga datang. Saya pikir, mungkin dia sedang ke rumah teman sekolahnya, meskipun itu jarang dia lakukan. Tetapi hingga menjelang sore, Zahra belum juga pulang ke rumah.

Kecemasan mulai muncul, terutama istri saya. Kami pun mencoba mencari-cari informasi tentang keberadaannya. Mulai dari mendatangi sekolah, ke rumah teman-teman dekatnya hingga menyusuri jalan yang biasa dilalui dari rumah menuju sekolah.
Informasi yang kami dapatkan, pada hari itu Zahra sekolah seperti biasa. Di kelas pun dia tetap bergaul bersama teman-temannya. Siang hari, menurut teman-temannya, Zahra memilih untuk tinggal di sekolah saat teman-temannya pulang ke rumah. Katanya Zahra sedang menunggu teman yang dikenalnya via Facebook.

Menurut teman-teman sekolahnya, Zahra belakangan ini suka chatting via Facebook dengan seorang pria bernama Wawan Riansyah usia 25 tahun (sesuai akun FBnya). Pria ini juga yang diakui Zahra kepada teman sekolahnya sebagai teman yang akan datang menemuinya.

Setelah 1x24 jam, Zahra tidak juga pulang. Kami pun melaporkan kejadian tersebut ke kanit reskrim Polres Purbalingga. Kami melaporkan semua bukti-bukti yang ada, berupa biodata anak saya beserta fotonya termasuk identitas pria kenalannya di FB. Laporan yang kami adukan pada 16mei 2015  tercatat dengan Nomor:SP.Lidik/173.B/V/2015/Reskrim.

Ternyata saat kami melaporkan soal kehilangan anak saya, kepolisian mengaku juga sudah menerima laporan dengan kasus yang sama sebanyak dua kali. Artinya, dalam pada hari yang sama Polres Purbalingga menerima laporan tentang tiga pelajar perempuan di tingkat SMA yang hilang dengan dugaan dibawa kabur teman FBnya. "Dugaan awal kami, bisa jadi ini sindikat. Karena modusnya sama," ujar seorang petugas perempuan yang menerima laporan saya.

Hari demi hari, kami menunggu perkembangan kasus anak saya. Berkali-kali kami mendatangi pihak kepolisian untuk tanyakan perkembangan. Tetap jawaban yang kami terima masih belum ada perkembangan. Sama seperti usaha yang kami lakukan selama ini.

Hingga tanggal 2 Juni kemarin, usaha kami menghubungi nomor HP anak saya berhasil. Telepon genggam anak saya dalam kondisi aktif. Sayangnya, berulang kami menghubungi, tidak mendapatkan jawaban termasuk SMS yang kami kirim. Hingga akhirnya nomor tersebut kembali nonaktif.

Menurut seorang tetangga di rumah yang mengerti soal IT, HP anak saya itu berada di lokasi Yogyakarta. Itu didapat dari pelacakan GPS dari HP anak saya saat sedang aktif. Kami pun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Tapi lagi-lagi kami dibuat kesal dengan respon dari pihak kepolisian. "Terimakasih informasinya. Kalau ada kabar lanjutan, silakan beritahu kami kembali," kata petugas polisi tersebut.

Hari ini, tanggal 12 Juni atau menjelang satu bulan laporan saya. Kami kembali mendatangi kantor kepolisian untuk menanyakan perkembangan. Tapi jawabannya tetap sama. "Belum ada perkembangan. Keluarga sendiri sudah ada informasi baru?," jawab petugas yang sama.

Terus terang, kami sudah berputus asa buat mencari keberadaan anak perempuan saya. Kami yang hanya orang kecil, sudah tidak tahu lagi harus mencari kemana. Kepolisian yang kami harapkan, ternyaa belum menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.

Kami hanya berdoa, semoga anak kami dalam kondisi baik tidak kurang suatu apa pun. Dan semoga Allah memberikan jalan buat kami kembali bertermu dengan buah hati kesayangan kami. Dan keluarga, khususnya istri saya bisa tetap menerima cobaan ini. Amin [***]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya