Berita

Publika

Memakai Tradisi Masyarakat Islam

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 07:28 WIB

BULAN suci Ramadhan adalah bulan yang sangat penting dalam agama Islam. Yakni bulan di mana kitab suci Al-Quran diturunkan. Bulan Ramadhan disebut bulan penuh rahmat, karena didalamnya umat Islam akan mendapat pahala yang berlimpah sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya. Maka wajar apabila setiap muslim akan sangat merindukan bulan suci tersebut, termasuk muslim Indonesia.

Beragam tradisi umat IslamIndonesia turut mewarnai datangnya bulan penuh ampunan ini. Diantaranya yang terkenal ialah tradisi padusan, megengan, nyadran dan sungkeman. Ini merupakan sebagian kecil dari ragamnya tradisi kita.

Secara umum, tradisi-tradisi tersebut dimaksudkan sebagai ajang penyucian diri dari kesalahan, baik kepada Tuhan maupun sesama manusia. Agar ketika di bulan puasa seseorang sudah dalam keadaan suci. Artinya, tradisi-tradisi ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal semata.


Tetapi juga terdapat nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya, seperti perdamaian, toleransi dan keadilan. Nilai kemanusian ini tentunya tanpa menghilangkan hubungan manusia kepada pencipta-Nya.

Permasalahnya, apa yang dicita-citakan dari tradisi ini ternyata berbanding terbalik dengan kondisi umat Islam Indonesia hari ini. Salah satunya ialah maraknya radikalisme, fundamentalisme, atau fanatisme beragama, khususnya dalam agama Islam. Saat ini, sudah tidak jarang kita menemukan bagaimana kekerasan atas nama agama terjadi, pengkafiran atas golongan tertentu begitu mudah dilontarkan, dan deskriminasi atas suatu aliran sangat sering dilakukan. Akibatnya, permusuhan bahkan peperangan seakan tidak pernah ada kata hentinya di negeri ini.

Tidak hanya itu, beberapa waktu yang lalu, kita telah dikagetkan mengenai beberapa kabar dari Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Bagaimana tidak, gerakan yang telah menewaskan banyak korban ini juga ternyata berkembang luas di negeri ini. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara pemasok teroris” terbesar di organisasi itu. Artinya, tradisi-tradisi yang dijalankan umat Islam di Indonesia saat ini hanya sebatas ritus semata. Tanpa adanya upaya internalisasi nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya.

Dengan demikian, memasuki bulan suci ini sepatutnya kita memaknai kembali tradisi-tradisi yang telah dan akan  kita jalankan. Sehingga, suatu tradisi akan lebih hidup dan bermanfaat. Karena pada dasarnya, suatu tradisi sekurangnya harus memiliki implikasi positif bagi kesejahteraan masyarakat.



Dedy Ibmar

Pegiat Forum Kajian PIUSHsekaligus Aktivis HMI Cabang Ciputat



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya