Berita

Alwi Shihab

Alwi Shihab: Inti Ajaran Islam Adalah Cinta, Tapi Banyak Dilupakan

SENIN, 08 JUNI 2015 | 01:46 WIB

Sepuluh tahun lalu, tidak pernah terbayangkan lahirnya kelompok radikalisme, terutama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Seluruh bangsa Indonesia, patut khawatir dengan adanya virus kekerasan dan radikalisme seperti ISIS tersebut.

"Mereka telah mencederai Islam sehingga kita tidak boleh tinggal diam untuk menangkal gerakan mereka. Mereka  ancaman nyata dan sudah  menyebar ke berbagai negara di Timur Tengah,” ujar cendikiawan muslim, Alwi Shihab (Minggu, 7/6).

Dia mengungkapkan, radikalisme selama menjadikan agama Islam sebagai kambing hitam  untuk banyak gerakan radikalisme dan terorisme. Sebab Islam sesungguhnya adalah agama yang bernafaskan cinta dan damai.


"Inti dari ajaran Islam sendiri adalah cinta dan identik dengan perdamaian, banyak orang yang lupa soal itu. Cinta sendiri bukanlah barang baru, tapi memang otentik ajaran dalam Islam. Sedangkan muslim sejati adalah mereka yang mencintai Allah dan dicintai Allah,” ungkapnya.

Dia mengaku di luar negeri banyak yang menanyakan darimana datangnya kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam. Kondisi itulah Islam Indonesia dianggap radikalisme, padahal Islam Indonesia adalah Islam yang cinta dan damai.

"Umat Islam harus mengubah citra Islam yang penuh kekerasan menjadi Islam yang toleran dan damai," pungkasnya.

Sementara itu, mantan Rektor UIN Prof Dr Komarudin Hidayat menilai, penyebaran paham radikalisme yang mengatasnamakan Islam di Indonesia sudah bukan hal baru, karena tidak lepas dari kaitan geografis dan kultural Indonesia.

"Australia dulu oleh orang Inggris dijadikan tempat untuk membuang warga kelas kambing, tapi sekarang australia bisa menjadi negara maju. Artinya ada suatu strategi kebudayaan yang berubah, tapi negara kita tradisi kekerasan masih justru menonjol sehingga itu sangat mudah dimasuki paham radikalisme,” papar Komarudin.

Komarudin mencontohkan Islam di Timur Tengah dengan di Indonesia. Di Timur Tengah, negara Islam terpecah menjadi 22 negara tergantung dari kesultanan dan kekhalifahnya.

Tapi di Indonesia tidak. Di sini, kesultanan dari Sabang sampai Merauke justru bersatu untuk bergabung menjadi Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI). Seharusnya kita lebih kuat dalam menangkal setiap paham radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan Islam,” ucap Komarudin.

Intinya, lanjut Komarudin, persoalannya bukan Islam cinta, tetapi lahan yang ada di Indonesia harus digemburkan untuk menyuburkan dan memperkuat Islam itu sendiri. Itu bisa berjalan bila ada kepastian hukum, konstitusi, perdamaian," pungkas Komarudin. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya