Berita

ilustrasi/net

Publika

Harapan itu Bernama Pesantren Maritim

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 08:14 WIB

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan luncurkan program 'Pesantren Maritim' pada Agustus mendatang. Mohsen Alaidrus selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPP) menegaskan bahwa Kemenag siap gelontorkan dana mencapai 5 Milyar. Program tersebut muncul sebagai bentuk sinergisitas antara pendidikan pesantren dengan gagasan 'Indonesia Negara Maritim' ala Jokowi.

Sejatinya, pesantren memiliki sejarah yang panjang dalam menemani langkah pendidikan di Indonesia. Sayangnya, pesantren sebagai sebuah ragam pendidikan di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Hal ini disebabkan banyaknya lulusan pesantren yang gagap terhadap tantangan ekonomi global. Meski demikian, lulusan pesantren dikenal sebagai pribadi yang memiliki etos kemandirian yang tinggi.

Munculnya pesantren-pesantren modern berstandard internasional merupakan reaksi terhadap problema di atas. Tujuannya adalah mencetak generasi Islam yang mandiri dan mampu bersaing di dunia global. Akan tetapi pada kenyataannya muncul permasalahan baru, yaitu banyaknya lulusan pesantren modern yang serba tanggung. Artinya, lulusan tersebut tidak terlalu mahir di bidang keilmuan agama pun tidak terlalu ahli di bidang keilmuan umum. Melihat fenomena ini, gagasan pesantren maritim harus dipikirkan hingga matang. Karena jika tidak, tentu akan semakin menambah rentetan panjang rumitnya sistem pendidikan Indonesia.


Pesatren maritim sebaiknya didirikan di wilayah perkampungan nelayan. Materi yang diajarkan pun tidak lantas terpaku pada ayat-ayat tentang kelautan, melainkan lebih ditekankan kepada aktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sebagai upaya memanfaatkan kekayaan alam serta menjaga kelestariannya. Jadi, Islam diposisikan sebagai nilai yang melandasi tingkah laku. Bukan dijadikan sebagai pedoman praktis berlayar atau mencari ikan.

Persoalan pembentukan karakter dan internalisasi nilai Islam terhadap para santri pesantren maritim, serahkan saja kepada kyai atau ustadz setempat. Kemenag tidak perlu ikut campur. Lantas di mana peran Kemenag?

Setidaknya, Kemenag cukup menanggung dua hal saja dalam mewujudkan program pesantren maritim. Pertama, menyediakan sarana dan prasarana kelautan. Kedua, memasok tenaga pendidik yang mumpuni di bidang kelautan. Kedua hal ini ditujukan agar lulusan pesantren maritim tidak kalah saing dengan lulusan sekolah pelayaran pada umumnya.

Pesantren maritim yang tepat sasaran dan mampu dikelola dengan baik, tentunya akan turut menyumbang Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah global. Serta mampu menangkis isu bahwa pendidikan pesantren merupakan sarang manusia-manusia konservatif yang berpandangan sempit terhadap dunia. [***]

Muflih Hidayat
Pengamat pendidikan pesantren Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya