Berita

Bisnis

Mafia Migas Cuma Ganti Baju

SABTU, 06 JUNI 2015 | 20:27 WIB | LAPORAN:

. Dugaan tersandungnya Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang tender Liquefied Petroleum Gas (LPG) pada tahun 2015 adalah bukti bahwa ISC menjadi sarang mafia migas seperti Petral.

Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy dalam keterangan persnya (Sabtu, 6/6) mengatakan, mafia migas hanya ganti baju dari Petral ke ISC. Di sisi lain, Noorsy menduga kuat adanya campur tangan bekas Dirut Pertamina Ari Soemarno dalam kegiatan pengadaan minyak mentah dan BBM di Pertamina. Dia juga yang menyuburkan aksi mafia di ISC saat ini.

"Dia adalah orang yang melahirkan ISC dan karena itu orang banyak curiga jangan-jangan dia (Ari Soemarno) juga. Di kasus kondensat TPPI juga harusnya Ari Soemarno diperiksa," duga Noorsy.


Dugaan itu juga menguat lantaran selama ini di ISC Pertamina tidak ada gambaran berapa sudah terjadi penghematan, berapa pembelian maupun pada pembelajaan. Selain itu, ISC juga tak terdapat gambaran soal peningkatan penerimaan.

"ISC kan dia memasok dan dia membeli. Kalau ISC tidak menunjukkan gambaran ketahan stok BBM di dalam negeri tidak ada gunanya. Apalagi tidak menunjukan gambaran perbaikan pada kinerja keuangan," sambungnya.

Noorsy tambahkan, carut marut yang terjadi di sektor energi di Indonesia bermula sejak adanya UU Migas No 22 tahun 2001 menggantikan UU Migas No 8 tahun1971. UU tersebut dinilainya sebagai regulasi yang mengawali penentuan harga berdasarkan mekanisme pasar.

"UU migas yang jauh dari kata pro akan kepentingan rakyat ini terlahir atas dorongan dari Kuntoro Mangkusubroto, Purnomo Yusgiantoro dan Susilo Bambang Yudhoyono. Carut marutnya UU No 22 Tahun 2001 yang lahir karena tiga manusia itu," tandasnya. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya