Berita

Bisnis

Menteri ESDM Yakinkan Lima Negara Pasok BBM Sampai Investasi

SABTU, 06 JUNI 2015 | 09:34 WIB

RMOL. Niat Indonesia untuk menjadi anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) belum jelas. Tapi keikutsertaan Menteri ESDM di seminar internasional OPEC di Austria berhasil meyakinkan empat negara untuk bekerjasama dengan Indonesia. Mulai memasok bahan bakar minyak (BBM) sampai investasi.

Melalui siaran pers, Sudirman yang saat ini di Austria menyebut sudah terjalin kerja sama dengan Arab Saudi, Kuwait, Irak, UEA dan Angola. Investasi yang disiapkan memang belum detil, tapi meliputi sektor hulu sampai hilir di bidang migas. "Sudah dinyatakan dalam bilateral meeting," ujarnya.

Saat bertemu dengan Menteri Petroleum Angola yakni Jose Maria Botelho de Vasconcelos, lebih banyak membahas soal suplai minyak mentah. Seperti diketahui, saat ini Indonesia sudah membeli 1 juta barel minyak mentah tiap bulannya. Indonesia butuh lebih banyak lagi karena saat ini sedang revitalisasi kilang.


Selain itu, dari sisi upstream, Kementerian ESDM mendorong PT Pertamina dan National Oil Company (NOC) Angola yakni Sonangol untuk bekerjasama. Muaranya, melakukan eksplorasi dan eksploitasi di ladang-ladang minyak di Angola. "Untuk downstream, mendorong kerjasama membangun refinery di Indonesia," tandasnya.

Pembahasan berbeda dilakukan delegasi Indonesia yang dipimpin Sudirman Said dengan Arab Saudi. Dalam pertemuan dengan wakil Arab Saudi itu, muncul komitmen agar Saudi Aramco selaku NOC untuk berinvestasi pembangunan kilang di Indonesia. "Selain itu, Arab Saudi juga mengapresiasi keinginan Indonesia kembali bergabung di OPEC," imbuhnya.

Untuk pertemuan dengan delegasi Kuwait, pembicaraan seputar komitmen berinvestasi di Indonesia. Terutama, keinginan agar negara berpenduduk 2,2 juta jiwa itu bisa membangun kilang di Indonesia. Sebagai timbal balik, Pemerintah Indonesia meminta agar diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan hulu di Kuwait.

"Indonesia juga meminta kesediaan Kuwait untuk memasok minyak mentah untuk kebutuhan Indonesia," terangnya.

Sedangkan pertemuan dengan wakil dari Irak, kurang lebih sama. Masih seputar keinginan agar Irak meningkatkan pasokan minyak mentah dalam jangka panjang, dan investasi kilang di Indonesia. Yang menggembirakan, Irak membuka peluang bagi Indonesia untuk memperbesar kegiatan hulu migas di negara timur tengah itu.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya